PASIR PENYU, GORIAU.COM - Polres Indragiri Hulu, Riau tak mau kecolongan seperti beberapa peristiwa bentrok massa dengan latar belakang perebutan lahan. Sebelum semuanya terjadi, Polres sudah melakuikan antisipasi. Seperti yang dilakukan untuk mengamankan unjukrasa di lahan perkebunan PT Tunggal Perkasa Plantations.
Kapolres Inhu AKBP Aris Prasetyo Indaryanto melalui AKP Dwi Kormal Kasat Sabara, didampingi Ipda Yarmen Djambak Kasi Humas, dan AKP Masrial Kasat Bimas di Polsek Pasir Penyu mengatakan, pihaknya menurunkan 165 personel kepolisian yang terdiri dari anggota Polres Inhu, Polsek Pasir Penyu, Polsek Lirik, Polsek Batang Gansal, Polsek Batang Cenaku,Lubuk Batu Jaya dan Polsek Seberida untuk mengantisipasi unjuk rasa di lahan PT TPP.
''Ada 4 titik yang akan diamankan terkait aksi ini. yakni Desa Jati Rejo, titik simpang SB perkebunan PT Tunggal Perkasa Plantations (PT TPP), simpang Devisi, simpang PLTG Tanah Merah dan Menara PT TPP, atau di lokasi yang dianggap tempat berkumpulnya warga untuk melakukan aksi tersebut, '' ujarnya, Senin (29/4/2013).
Disebutkan Dwi Kormal, pengerahan 165 personel ini adalah upaya diteksi dini untuk mencegah segala kemungkinan yang bisa saja terjadi. ''Memang informasi ini belum jelas, namun demikian, antisipasi terhadap segala tindakan yang tidak kita inginkan bersama merupakan hal yang sangat penting,'' paparnya.
Ditambahkannya, kehadiran pihak kepolisian bukan untuk berpihak kepada perusahaan, maupun masyarakat Siapapun yang melakukan pelanggaran hukum akan ditindak secara hukum. Dan Rencana aksi warga memang belum ada pemberitahuan ke-Polres Inhu.
''Silahkan bila warga ingin meyampaikan pendapatnya di muka umum, atau mengumpulkan banyak orang untuk melakukan aksi unjuk rasa. Namun, sampaikanlah secara santun dan terpuji, sebagaimana pesan Kapolres Inhu, saat menerima perwakilan warga Jati Rejo dan Sungai Air Putih, beberapa hari kemarin,'' tegas AKP Dwi Kormal.
Sementara itu dari pantauan wartawan tidak ada gelombang warga dari Kelurahan Tanah Merah, Kembang Harum, dan Sekar Mawar, yang menduduki lahan eks PT TPP. Hanya saja terpantau beberapa jumlah warga yang berkumpul, berkelompok-kelompok kecil di wilayah Kembang Harum dan Sekar Mawar.
Salah seorang pemuda yang enggan disebut jati dirinya, saat ditemui wartawan, di depan bengkel Dinamo Pane mengatakan, dirinya menyesalkan sikap dan tindakan Pemkab Inhu yang dinilai banci. ''Masak Bupati kita dilecehkan oleh PT TPP tak bisa berbuat apa-apa dan hanya dibalas dengan cuap-cuap di koran. Bagaimana surat yang sudah diperbuat Sekda Inhu pada point ke-3 itu, kenapa tidak segera dilakukan dengan tindakan nyata,'' sindir, pria berkulit hitam manis ini.
Selain itu, aksi warga Desa Jati Rejo dan Sungai Air Putih menduduki lahan eks PT TPP masih berlanjut dengan pengawalan Kepolisian, dan dilokasi terlihat tumpukan buah sawit yang diamankan warga beberapa hari lalu, mulai kelihatan membusuk. "Alhamdulilah bapak-bapak Polisi yang mengawal aksi kami ini, baik dan sopan-sopan. Mereka sangat santun bila bertutur kata dengan warga, sehingga warga merasa aman dan nyaman. (aun)