SIAK SRI INDRAPURA, GORIAU.COM - Akibat tercemarbta air Sungai Siak yang dilakukan beberapa perusahaan, nelayan sepanjang Sungai Siak mengeluhkan. Pasalnya, hasil tangkapan sudah tidak sesuai dengan yang diharapkan. Jumlah ikan yang didapat tidak lagi sebanding dengan biaya dan tenaga.
Demikian dikatakan mantan anggota DPRD Kabupaten Siak dari Partai PKB, Sugiran kepada wartawan, Senin (29/4/2013).
''Kita sangat prihatin sekali terhadap saudara kita yang tinggal di sepanjang Sungai Siak yang kehidupanya sebagai nelayan. Saat ini mereka mengeluh tidak mendapatkan hasil yang sesuai karena air sungai tercemar. Semakin hari, jumlah ikan yang ada semakin berkurang,'' ujarnya.
Sugiran juga mengatakan, menurut masyarakat yang berada di pingiran Sungai Siak itu, mereka tidak hanya hilang mata pencariannya, tapi mereka juga kesulitan untuk mencari air bersih. Pasalnya selama ini, air Sungai Siak digunakan untuk mencuci dan mandi termasuk air minum, tapi kini tidak bisa lagi di pergunakan.
Oleh sebab itu, masyarakat yang ada di pingiran Sungai Siak minta kepada pemerintah Kabupaten Siak bisa membantu kebutuhan air bersih bagi masyarakat yang berada di pinggiran Sungai Siak khususnya masyarakat Desa Rawang Air Putih. Masyarakat Desa Rawang Air putih selama ini mengunakan air sungai Siak sebagai kebutuhan hidupnya, seperti mandi dan mencuci hingga memasak, kini tidak mereka tidak mau lagi mengunakan iar sungai tersebut,karna air tersebut sangat bau dan busuk.
''Karena itu, kita minta kepada Pemerintah Kabupaten Siak bisa menyambungkan pipa air bersih ke desa tersebut, apalagi Desa Rawang Air Putih tersebut tidak jauh dari ibukota Kabupaten Siak. Kebutuhan akan air bersih memang sangat prioritas karena merupakan kebutuhan rumah tangga keperluan memasak dan keperluan lainnya,'' ujar Sugiran. (sks)