
PEKANBARU - Ketiadaan fasilitas Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP) negeri di kawasan Jalan Sepakat, Kelurahan Sri Meranti, Kecamatan Rumbai menjadi keluhan utama warga setempat. Aspirasi ini mengemuka dalam agenda reses Anggota DPRD Pekanbaru, Firmansyah, Sabtu (18/7/2026).
p>Masyarakat dari RW 9, RW 11, RW 19, dan RW 20 mendesak Pemerintah Kota (Pemkot) Pekanbaru untuk segera membangun gedung sekolah di wilayah tersebut. Selama ini, para orang tua terpaksa menyekolahkan anak-anak mereka ke kawasan lain akibat tidak tersedianya fasilitas pendidikan negeri di sekitar lingkungan tempat tinggal."Keluhan utama masyarakat tadi adalah tidak adanya SD dan SMP di kawasan Jalan Sepakat. Untuk jenjang SMP, anak-anak harus sekolah sampai ke arah Jalan Pemuda, jaraknya cukup jauh," urai Anggota DPRD Pekanbaru, Firmansyah seusai agenda reses.
Persoalan ini tidak hanya membebani masyarakat dari sisi pengeluaran biaya dan waktu tempuh, tetapi juga memicu kekhawatiran terkait keselamatan pelajar. Setiap hari para siswa harus melintasi ruas jalan yang padat dengan lalu lintas kendaraan bertonase besar, terutama saat jam berangkat dan pulang sekolah.
"Orang tua sangat khawatir. Anak-anak harus melintasi jalur yang ramai dilalui truk dan kendaraan besar. Risiko kecelakaan tentu lebih tinggi. Ini harus menjadi perhatian pemerintah," terangnya.
Kondisi ketiadaan sekolah negeri dinilai tidak sejalan dengan tren perkembangan permukiman di Kelurahan Sri Meranti yang terus bertambah. Fasilitas pendidikan dasar dan menengah idealnya mengikuti laju pertumbuhan penduduk, sehingga masyarakat dapat mengakses layanan pendidikan secara merata dan terjangkau.
Oleh karena itu, Pemkot Pekanbaru melalui dinas terkait didorong untuk segera memetakan proyeksi kebutuhan pembangunan sekolah di kawasan Jalan Sepakat. Ketersediaan SD dan SMP negeri di wilayah itu terbilang mendesak agar anak-anak tidak lagi harus menempuh rute yang jauh untuk belajar.
"Ini bukan sekadar permintaan membangun gedung sekolah. Yang diperjuangkan adalah pemerataan akses pendidikan. Jangan sampai anak-anak kehilangan kesempatan belajar atau harus mempertaruhkan keselamatan karena sekolah berada jauh dari tempat tinggal mereka," tegasnya.
Sebagai perwakilan rakyat, Firmansyah memastikan akan membawa aspirasi warga Kelurahan Sri Meranti ini ke tahap pembahasan bersama pemerintah daerah. Pembangunan sarana prasarana pendidikan di Jalan Sepakat akan diusulkan menjadi salah satu prioritas pembangunan.
"Kami akan mengawal aspirasi ini. Pemkot perlu segera memberikan perhatian karena yang terdampak bukan hanya satu lingkungan, tetapi empat RW sekaligus. Pendidikan merupakan pelayanan dasar yang wajib dipenuhi pemerintah," pungkasnya.
***