SELATPANJANG, GORIAU.COM - Dari Rp 22 Miliyar anggaran yang didapat Dinas Kelautan dan Perikanan dari APBD Kepulauan Meranti tahun 2014, sebanyak Rp 18 Milyar akan diperuntukkan untuk pengembangan perikanan budi daya. Sedangkan Rp 4 Milyar lagi akan digunakan untuk belanja tidak langsung di dinas tersebut.
"Porsi Rp 18 Miliyar tersebut akan dilaksanakan sebanyak 56 kegiatan dalam 12 Program. Kita komitmen pengembangan perikanan budi daya, karena itu arah kita kedepan," kata Sekretaris DKP, Eldy Syahputra, akhir pekan lalu.
Diantara berbagai upaya, DKP akan mengirimkan 30 orang warga pembudi daya di Meranti untuk mengikuti pelatihan dan magang di balai benih ikan laut Kakap Putih dan Bawal Bintang di Batam, Kepulauan Riau.
"Dengan pengiriman ini diharapkan mampu mengembangkan ilmu mereka di bidang budi daya. Kemudian setiap satu orang dari mereka yang kita kirim diharapkan mampu menularkan ilmu kepada pembudi daya lain," ujar Eldy.
Pihaknya optimis kalau perikanan masih menjadi sektor andalan dan akan diterima oleh pasar lokal maupun regional. Ditambah kondisi geografis wilayah yang terdiri dari kepulauan menjadi nilai tambah bagi Meranti untuk mengembangkan potensi ini.
"Potensi laut dan perikanan sangat besar. Banyak selat dan teluk yang merupakan persyaratan teknis yang dapat kita kembangkan, begitu juga perikanan air tawar. Oleh karena itu ini merupakan peluang ekonomi bagi masyarakat kita," ungkap Eldy lagi.
***