
PEKANBARU - Wakil Ketua DPRD Pekanbaru, Tengku Azwendi Fajri mengungkap selama 7 tahun perjalanan program Jaminan Kesehatan Nasional - Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS), masih banyak permasalahan yang jadi keluhan.
Setidaknya, Politisi Demokrat ini memiliki beberapa poin penting yang harus segera dievaluasi oleh BPJS Pekanbaru. Hal tersebut mesti dilakukan BPJS guna meningkatkan kualitas pelayanan kepada peserta.
"Pertama, kami mau mengevaluasi tentang pelayanan kesehatan terhadap peserta JKN-KIS karena ada kesan mereka dibeda-bedakan dengan pasien umum," ujar Azwendi, Selasa (23/3/2021).
Kemudian, Azwendi meminta evaluasi kinerja BPJS Kesehatan dan para mitra kerja, kalau kinerja rumah sakit tidak bagus, dia merekomendasikan supaya cepat diganti.
"Kesimpulannya, kita akan melakukan monitoring bersama," tegasnya.
Di pertemuan tersebut, BPJS Kesehatan juga memperkenalkan inovasi baru yang diberi nama Aplicares. Inovasi berbentuk aplikasi ini sendiri bisa ditemui di smartphone, dan dengan adanya aplikasi ini peserta juga bisa mendapatkan sejumlah informasi mengenai BPJS Kesehatan.
"Sehingga peserta JKN-KIS bisa mendapatkan informasi mengenai ketersediaan kamar rawat dan ruang ICU di rumah sakit mitra BPJS Kesehatan. Jadi seluruh pelayanan kini sudah transparan dan bisa diakses oleh semua peserta," katanya. ***