PELALAWAN, GORIAU.COM - Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Muhammad Nuh menyatakan permohonan maaf kepada khalayak atas kacaunya pelaksanaan Ujian Nasional 2013. Ungkapan itu disampaikan Nuh dalam 'surat wasiat' yang dibacakan Wakil Bupati Pelalawan Drs H Marwan Ibrahim.
M Nuh masih dalam 'surat wasiatnya' menyatakan kekacauan UN tahun ini harus dijadikan sebagai pelajaran yang sangat berharga dalam memberikan layanan pendidikan kepada masyarakat.
Ibarat tubuh, demikian Wakil Bupati Pelalawan dalam bacaan 'surat wasiat' itu, maka supaya tahan terhadap berbagai macam penyakit haruslah daya imunitasnyaditingkatkan dan satu di antara upayanya adalah melalui vaksinasi.
"Dalam perspektif sosial kemasyarakatan, ada tiga penyakit sosial yang sangat besar dampak negatifnya yaitu kemiskinan, ketidaktahuan dan keterbelakangan beradaban. Dan untuk jawaban dari tiga penyakit sosial itu serta menghindarinya maka satu-satunya yakni dengan pendidikan."
Menurut Nuh, selain sebagai vaksin sosial maka pendidikan juga merupakan elevator sosial untuk dapat meningkatkan statussosial. Dua hal itulah yang melatarbelakangi tema peringatan Hari Pendidikan Nasional tahun ini, yaitu Meningkatkan Kualitas danAkses Berkeadilan. Ini artinya bahwa diperlukan vaksin dan elevator sosial itu sehingga terhindari dari tiga penyakit tersebut sekaligus meningkatkan status sosial.
"Dengan kata lain, bahwa layanan pendidikan haruslah dapat menjangkau ke seluruh lapisanmasyarakat sesuai dengan prinsip pendidikan untuk semua atau Education for All, tanpa membedakan asal-usul, status sosial, ekonomi, dan kewilayahan," katanya.
Apalagi, bunyi 'surat wasiat', dalam UUD 1945 Pasal 31 ayat 1 dan 2 UUD 1945 mengamanatkan bahwa setiap warga negara berhak memperolehpendidikan dasar dan negara wajib membiayainya. Karena itu, pemerintah pusat dan daerah bersama-sama masyarakat telah berusaha memenuhi amanat tersebut melalui pembangunan sekolah-sekolah di seluruh Indonesia, termasuk di daerah 3T yakni terdepan, terluar, dan tertinggal.
"Harus diakui, bahwa akses pendidikan dipengaruhi oleh ketersediaan satuan pendidikan dan keterjangkauan dari sisi pembiayaan. Untuk itu, pemerintah terus menerus menyiapkan ketersediaan satuan pendidikan yang layak, terutama di daerah 3T, termasuk di dalamnyapengiriman guru melalui program Sarjana Mendidik di daerah 3T (SM3T)," demikian 'surat wasiat' Mendikbud menyambut Hardiknas yang juga kacau, ditandai dengan maraknya aksi demonstrasi menuntut pendidikan gratis yang sejauh ini belum merata.(ilm)