RENGAT,GORIAU.COM - Warga Desa Pasir Kemilu Kecamatan Rengat terutama yang berada di bibir sungai Indragiri, akhirnya dapat bernapas lega. Pasalnya, pembangunan penahan tebing yang biasa disebut turap untuk mengatasi abrasi sejak beberapa waktu lalu, saat ini dalam tahap lelang.

Ancaman abrasi terhadap pemukiman warga daerah itu terus terjadi. Bahkan pada pekan lalu, sedikitnya sejumlah 7 rumah warga kembali nyaris masuk ke dalam sungai Indragiri.

Tidak hanya pemukiman warga, sejumlah fasilitas umum lainnya berupa bangunan pengolahan air bersih milik PDAM Tirta Indra Rengat juga terancam akibat abrasi tersebut. Memang sebagian didearah itu sudah dibangun beberapa meter turap penahan tebing. Namun belum membuat warga daerah itu menjadi aman dari ancaman abrasi.

Informasi pembangunan turap dalam proses lelang itu datang dari Anggota DPRD Riau Hj Supriati S.Sos. ''Alhamdulillah, berdasarkan laporan Dinas PU Riau pembangunan turap sudah masuk dalam proses lelang,'' ujarnya Kamis (2/5/2013) usai melakukan reses di Kabupaten Inhu.

Pembangunan turap yang dianggarkan melalui ABPD Riau tahun 2013 sejumlah Rp 10 M. Melalui anggaran itu sebutnya belum akan menjawab kebutuhan dana untuk pembangunan turap didaerah itu. Karena, bibir yang perlu dibangun turap sepajang lebih kurang sekitar 3 KM.

Melalui anggaran yang ada sesuai rencana hanya dapat membangun turap sepanjang lebih kurang 500 meter. “Mudah-mudahan melalui APBD perubahan tahun 2013 atau APBD Riau tahun 2014 mendatang dapat dianggarkan kembali”, harapnya.

Reses selama beberapa hari di Inhu, politisi Golkar itu dapat mengunjungi dan menyerap aspirasi masyarakat yakni di Desa Sungai Guntung, Desa Kampung Pulau, Desa Sekip Hilir, Desa Rawa Bangun Kecamatan Rengat dan Desa Titian Tinggi Kecamatan Rengat Barat. “Melalui reses ini akan dapat diseruskan kepada intsansi terkait di Pemerintah Provinsi Riau”, terangnya. (jf)