PEKANBARU - Di tengah tingginya permintaan material bangunan dan pupuk di pasaran, sebuah keputusan mengejutkan justru diambil oleh Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Tenayan Raya Pekanbaru. Perusahaan ini secara tegas menolak menjual produk paving block dan pupuk kompos berkualitas tinggi yang mereka produksi dari limbah batu bara.

Padahal, inovasi pemanfaatan abu sisa pembakaran atau fly ash ini memiliki spesifikasi teknis yang sangat mumpuni dan layak bersaing. Untuk material paving block saja, pabrik ini mampu memproduksi barang dengan tingkat ketahanan yang sangat kuat.

"Untuk paving block ada beberapa varian, diantaranya kombinasi dengan kekuatan tekan 225 dan kombinasi 300. Semua dibuat dengan memanfaatkan limbah yang sebelumnya tidak memiliki nilai tambah," jelas Operator PLTU Tenayan Raya, Reza, Sabtu (6/6/2026).

Bukan karena kekurangan fasilitas, perusahaan bahkan telah membangun infrastruktur pengolahan mandiri yang sangat lengkap. Terdapat workshop khusus yang beroperasi mencetak paving block, serta sebuah green house terintegrasi yang difungsikan untuk memfermentasi campuran abu batu bara, kotoran hewan dari Kebun Binatang Kasang Kulim, dan cincangan daun menjadi pupuk kompos.

Meski PLTU Tenayan Raya tercatat beroperasi sejak 2017 dan program pemanfaatan limbah ini telah masuk dalam agenda tanggung jawab sosial sejak 2004, seluruh hasil produksi nyatanya sengaja dikunci rapat dari jalur perdagangan komersial.

Fokus perusahaan ternyata murni dialihkan untuk membangun fasilitas umum di area operasi mereka. Ribuan paving block dan karung pupuk didistribusikan secara cuma-cuma kepada kelompok masyarakat untuk membangun akses jalan perumahan, merenovasi rumah ibadah, hingga menghidupkan lahan pertanian warga setempat.

"Sampai saat ini pupuk dan paving block yang kami hasilkan tidak untuk dijual. Produk ini digunakan untuk mendukung kegiatan CSR perusahaan dan berbagai program pemberdayaan masyarakat," paparnya. ***