
JAKARTA - Efisiensi operasional skala besar sukses dijalankan PT Pertamina Hulu Rokan (PHR) di kawasan Blok Rokan. Perusahaan energi pelat merah ini menuntaskan pengeboran sumur pengembangan Pungut PT-069 di Kecamatan Pinggir, Kabupaten Bengkalis, Riau, dengan hanya menghabiskan separuh dari total anggaran yang disiapkan.
Laporan keuangan internal mencatat realisasi pembiayaan sumur ini hanya menyentuh angka 51,37 persen dari pagu awal. Menariknya, pemangkasan biaya yang sangat signifikan ini sama sekali tidak mengorbankan kualitas maupun volume produksi di lapangan.
Hasil uji produksi justru memperlihatkan lonjakan hasil yang melampaui ekspektasi. Sumur yang dibor tersebut memuntahkan minyak mentah sebanyak 903 Barel Minyak per Hari (BOPD).
"29 Mei lalu telah dilakukan tes produksi dengan laju alir minyak menggunakan pompa listrik ESP sebesar 903 BOPD tanpa kandungan air dan langsung kita produksikan," urai General Manager Zona Rokan, Andre Wijanarko, Sabtu (6/6/2026).
Keberhasilan menekan ongkos produksi ini sangat dipengaruhi oleh durasi pengerjaan yang super kilat. Menggunakan fasilitas Rig ACS-23, tim pengeboran berhasil merampungkan seluruh proses operasional hanya dalam waktu 12 hari kerja.
Mata bor menembus perut bumi hingga menyentuh kedalaman 3.446 ftMD atau 3.359 TVD. Dari titik terdalam di Lapisan Pasir Bekasap itulah, cairan hitam bernilai tinggi ini disedot menggunakan teknologi pompa listrik Electrical Submersible Pump (ESP).
Lebih membanggakan lagi, aliran cairan yang diangkat ke permukaan tercatat memiliki tingkat kemurnian sangat tinggi dengan 0 persen kandungan air (water cut). Begitu ditarik dari bawah tanah, minyak mentah tersebut langsung dialirkan terintegrasi menuju fasilitas produksi utama Pertamina. ***