TELUKKUANTAN – Plt Bupati Kuantan Singingi (Kuansing), Riau, Suhardiman Amby meminta masyarakat untuk tetap tenang di tengah memanasnya suhu politik di Negeri Jalur ini.

"Masyarakat tenang, tak usah ikut-ikut, pandai kami yang menyelesaikannya," ujar Suhardiman sambil tertawa saat memberikan sambutan pada kegiatan safari Ramadan di Pulaukedundung, Selasa (5/4/2022) malam.

Dikatakan Suhardiman, gejolak di DPRD Kuansing yang terjadi saat ini merupakan dinamika biasa dalam politik. Sebab, DPRD merupakan tempat berkumpulnya orang-orang politik.

"Karena itu, kerjakan aja kerja kita. Kalau misalnya menanam ubi, ya tanam sajalah ubi itu. Itu lebih produktif," ujar Suhardiman.

Seperti diketahui, suhu politik di Kuansing meningkat seiring dengan adanya agenda pemilihan dan penetapan alat kelengkapan DPRD. Empat fraksi menuding AKD yang dibentuk pada 1 April 2022 cacat hukum dan inskonstitusional.

Adapun empat fraksi tersebut yakni Fraksi Gerindra, Fraksi PAN, Fraksi Demokrat, Fraksi PDIP dan satu orang dari fraksi PKS Hanura. Mereka pun melayangkan nota fraksi ke Ketua DPRD Kuansing, isinya penolakan AKD dan tidak akan bersidang sampai ada AKD yang sah.

Benar saja, pada 5 April 2022, DPRD Kuansing mengagendakan sidang paripurna dengan agenda penyampaian pidato pengantar LKPj Bupati tahun 2021. Dari sembilan fraksi di DPRD, hanya empat fraksi yang hadir dengan 10 orang anggota.

Karena tidak kuorum, sidang paripurna batal. Menyikapi hal ini, Adam selaku Ketua DPRD Kuansing menyatakan tidak akan melaksanakan persidangan apa pun, sampai empat fraksi kembali bersurat memohon untuk dilaksanakannya persidangan.***