
BAGANSIAPIAPI, GORIAU.COM - Rendahnya kinerja keuangan dan fisik Pemerintah Kabupaten Rokan Hilir jadi sorotan kalangan anggota DPRD Rohil. Pasalnya, sudah hampir setengah tahun atau akhir Juni, serapan APBD baru 10 persen, dan dari 10 persen itu baru keluar dalam bentuk gaji PNS.
''Kineja pemerintah masih rendah, belum memenuhi harapan masyarakat. Dampaknya sangat terasa terutama pada aspek ekonomi yakni rendahnya daya beli masyarakat,'' kata Ketua Komisi A DPRD Rohil, Abu Khoiri kepada GoRiau.com, Sabtu (27/6/2015).
APBD yang sudah disahkan oleh DPRD, kata Abu Khoiri, sangat besar. Dengan demikian bisa diartikan, program pemerintah kepada masyarakat tidak tercapai.
Apa yang disampaikan Abu Khoiri, dibenarkan Wakil Ketua DPRD Rohil, Abu Kosim. Dia menyebutkan, kondisi perekonomian masyarakat kini cenderung terpuruk. Dia meminta pemerintah menggesa realisasi penggunaan APBD tahun ini agar lebih baik dari tahun lalu. (amr)