PEKANBARU, GORIAU.COM - Aksi demo kembali dilakukan massa Serikat Rakyat Miskin Indonesia (SRMI) di kantor Walikota Pekanbaru, Jalan Sudirman. Puluhan massa menuntut Walikota Pekanbaru untuk melegalkan Taman Kota Jalan Cut Nyak Dhien sebagai tempat berjualannya para pedagang kaki lima atau PKL.
Pantauan lapangan, Rabu (10/4) aksi demo dilakukan massa yang membawa poster dan bendera SRMI ini juga melibatkan sejumlah anak-anak. Aksi demo dilakukan di depan Kantor Walikota Pekanbaru ini tidak bisamasuk, dikarenakanya pintu masuk ditutup rapat dengan pengawalanekstra aparat Satpol PP Pekanbaru.
Massa hanya melakukan orasi di Jalan Sudirman tanpa dihadiri pejabat di lingkungan Pemko Pekanbaru.
Dewan Pimpinan Kota (DPK) SRMI Pekanbaru Antoni Fitra kepada wartawan, menyampaikan semua keluhan-keluhan para PKL yang pasca penertiban besar-besaran dilakukan Pemko tertanggal 30 Januari 2013 lalu.
''Kehidupan PKL semakin sensara dan omset didapatkan semakin berkurang yang disebab penggusuran oleh Pemko secara besar-besaran tanggal 30 Januari 2013 lalu. Ini jelas membuat PKL semakin menderita atas kebijakan Walikota Pekanbaru dahulu itu berpihak pada pedagang. Tapi kini pedagang malah digusur,'' kata Antoni.
Maka itu, SRMI mewakili PKL yang jadi korban penggusuran ini datang meminta Pemko Pekanbaru untuk melegalkan Taman Kota Jalan Cut Nyak Dien jadi tempat berjualan PKL. Antoni dikesempatan itu, mengatakan, sikap pemerintah telah mengorbankannya pedagang kecil demi mendapatkan penghargaan Adipura.
''Pemerintah menggusur PKL, kami menilainya sungguh tidak rasional. Hal ini terlihat dari sikap pemerintah lebih gencar membangun pasar-pasar dan memberi izin pada pusat perbelanjaan modern. Semuanya ini kami duga ada kepentinganya Walikota. Bukan semata-mata mendapatkan penghargaan Adipura,'' ujar Antoni.
Dikesempatan itu Antoni menambahkan, dengan arahannya Walikota melalui media massa yakni menyarankan para PKL mencari lokasi lain jika tidak setuju dengan tempat disediakan oleh Pemko. Menyikapi statement itu, makanya para pedagang memberitahukan tentang lahan kosong di arealnya pemancar TVRI Jalan Durian.
''Tapi, sampai saat ini lahan TVRI yang kami beritahukan pada 26 Februari 2013 silam itu belum juga ada tanggapan dari Pemko. Ini berarti Pemko juga sengaja untuk mematikan perekonomian PKL. Makanya, saat ini kami atas nama mewakili PKL minta agar diizinkanya berjualan di Cut Nyak Dhien kembali,'' katanya.
Karena aksi demo tidak ada menyambut oleh pejabat maka pendemo membubarkan diri dengan tertib. Namun mereka menyatakan akan datang kembali untuk perjuangkan agar PKL dibenarkan berdagang di taman. (rdi)