
PEKANBARU – Sosialisasi memegang peranan penting, supaya sebuah program yang dicanangkan pemerintah dapat berjalan dengan maksimal di tengah masyarakat. Dengan sosialisasi yang terarah dan presisi, masyarakat bisa memahami target yang hendak dicapai dan pada akhirnya diharapkan bisa mendukung pelaksanaan program tersebut.
Demikian disampaikan Kabid Lingkungan Hidup Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Riau, Abdul Madian.
Hal itu disampaikannya saat membuka Lokakarya Penguatan Strategi Komunikasi Media dan Kajian Kebutuhan Sistem Green For Riau Initiative. Kegiatan itu dipusatkan Gedung Bappeda Riau, Jumat (30/1/22026).
Kegiatan itu dihadiri sejumlah stakeholder terkait, termasuk perwakilan sejumlah media massa di Riau.
Dalam awal sambutannya, Madian mengatakan, cukup banyak program yang dicanangkan pemerintah, namun tidak berjalan sebagaimana diharapkan. Salah satu penyebabnya adalah sosialisasi yang tidak tepat.
“Akibat sosialisasi yang tidak tepat, tanggapan dari masyarakat tidak sesuai dengan yang diharapkan. Sehingga implementasi sebuah program malah jadi lemah,” ingatnya.
Terkait program Green For Riau Initiative yang kini dicanangkan Pemprov Riau, Madian berharap sosialisasi kepada masyarakat Riau bisa dilakukan secara maksimal. Mulai dari masyarakat perkotaan hingga pedesaan, yang menjadi sasaran dalam program strategis ini.
Apalagi program ini bersentuhan dengan persoalan lingkungan hidup yang terkait erat dengan beberapa hal. Mulai dari iklim, sosial masyarakat hingga restorasi lingkungan.
“Karena itu, dukungan dari beberapa stakeholder sangat diharapkan, khususnya rekan-rekan dari media massa di Riau,” tambahnya.
Madian mengharapkan, sebelum sosialisasi program ini dilakukan, pihak terkait diminta memastikan kelompok masyarakat mana saja yang akan menjadi audiensnya. Baru setelah itu disusun rencana sosialisasi yang disesuaikan dengan kondisi audiensnya.
“Akan lebih bila program ini didukung dengan sistem yang tepat. Tak usah banyak-banyak. Kalau terlalu banyak nanti malah buat bingung,” ingatnya lagi.
Sementara itu, Country Coordinator - UNEP UNREDD Programme di Indonesia, Bambang Arifatmi mengatakan, pihaknya mengharapkan dukungan media massa untuk program Green for Riau Initiative. Khususnya dalam menyebarluaskan informasi kepada masyarakat.
Ditambahkannya, ada seluas 2,61 juta ha lahan dan 670-an desa yang akan disisir dalam program ini.
“Sekarang adalah waktunya membangun kerja sama antara beberapa pihak yang terkait. Membangun kepercayaan dan mengurangi konflik kepentingan,” ujarnya. ***