
PEKANBARU - Pasca kasus pengeroyokan yang dialami seorang pengemudi Go-Jek Pekanbaru, Riau bernama Arif Setiawan (29), Minggu (20/8/2017) kemarin. Pihak Go-Jek Indonesia pun meminta para pengemudi Go-Jek Pekanbaru tidak terpancing.
Hal itu dikatakan PR Manager Go-Jek Indonesia, Rindu Regila saat dikonfirmasi GoRiau.com melalui pesan WhatsApp terkait kasus pengeroyokan oleh sekelompok pengemudi taksi konvensional terhadap pengemudi Go-Jek dan Go-Car.
"Terkait peristiwa di Pekanbaru, kami telah meminta mitra driver Go-Jek dan Go-Car dapat menahan diri dan tidak terprovokasi serta terus mengutamakan keamanan dan keselamatan diri," jawabnya, Senin (21/8/2017) siang.
Sementara itu, mengenai aksi pemukulan dan pengeroyokan tersebut, pihak Go-Jek telah berkoordinasi dengan pihak kepolisian dan Go-Jek Indonesia akan mengambil sikap tegas sesuai dengan peraturan dan hukum yang berlaku.
Diberitakan sebelumnya, pengemudi Go-Jek dan Go-Car dikeroyok oleh sejumlah pengemudi taksi konvensional di Jalan Soekarno Hatta (Arengka II), Kecamatan Tampan, Pekanbaru, Minggu (20/8/2017) sekitar pukul 17.00 WIB.
Dalam insiden itu, seorang pengemudi Go-Jek bernama Arif Setiawan (29) mengalami cidera setelah dipukuli oleh para pengemudi taksi konvensional yang merasa tersaingi dengan kehadiran penyedia jasa Go-Jek di Pekanbaru.
Menurut keterangan pihak Polresta Pekanbaru, aksi pengeroyokan tersebut bermula saat sekelompok taksi konvensional yang berpura-pura memesan jasa Go-Jek untuk memancing pengemudi Go-Jek ke simpang Mal SKA Pekanbaru.
"Setibanya korban Arif di TKP, para pengemudi taksi konvensional ini langsung memukuli dan mengeroyok korban hingga babak belur," kata Kapolresta Pekanbaru, Kombes Pol Susanto.
Kapolresta menambahkan, saat ini korban telah membuat laporan ke Polsek Tampan guna mengusut kasus pengeroyokan yang dilakukan oleh sekelompok taksi konvensional terhadap pengemudi Go-Jek dan Go-Car di Pekanbaru.
"Kita akan usut kasus pengeroyokan ini. Dari keterangan korban dan sejumlah saksi, aksi pengeroyokan dilakukan oleh sekelompok pengemudi taksi konvensional yang dengan sengaja memancing korban dan kemudian dianiaya," pungkas Kapolresta.***