
TELUKKUANTAN - Dari 16 orang mahasiswa yang berunjuk rasa di Kantor Bupati Kuantan Singingi (Kuansing), Riau, dua berhasil menerobos brikade yang dibangun Satpol PP.
Adalah Khairul Ikhsan dan Febri Gusti Indrayanto, keduanya berlari kencang ke dalam kantor bupati setelah aksi dorong dengan Satpol PP. Beberapa pegawai yang berada di pintu samping mencoba menghalangi keduanya. Namun, mereka tetap berhasil menerobos sampai ke lantai dua.
Sesampai di lantai dua, mereka langsung berbelok ke kiri menuju ruang multi media. Keduanya langsung dikejar oleh Satpol PP dan diamankan. Kemudian, keduanya digelandang ke bawah.
"Kami mau nyari ruangan Pak Sekda, ternyata salah ruangan. Kami ke situ (multi media), karena menyangka itu ruangan Sekda," tutur Khairul usai bentrok dengan Satpol PP.
Forum mahasiswa peduli Kuansing melakukan aksi unjuk rasa karena kecewa dengan kepemimpinan Mursini - Halim. Mereka menilai, belum ada kebijakan Mursini - Halim yang pro dengan masyarakat.
"Contohnya Alfamart, mereka bebas buka usaha di Kuansing tanpa izin dan ini jelas-jelas membunuh pedagang kecil. Lantas, pemerintah hanya diam," ujar Khairul.
Selain itu, mahasiswa juga mendesak agar pemerintah meminta mobil berat tak melewati jalan di Kuansing. Sebab, mobil berat telah merusak jalan.
"Kita juga minta agar pemerintah memanfaatkan tiga pilar. Jangan sampai terbuang sia-sia dan hanya menjadi sarang hantu," tegas Khairul.***