SELATPANJANG, GORIAU.COM - Tindakan tidak terpuji dari ulah siswa SMP N 3 dan SMP N 6 Selatpanjang dengan membawa bendera merah putih yang dicoret dalam konvoi kelulusan SMP, Rabu (10/6/2015) siang langsung menjadi sejarah tersendiri di Meranti. Pasalnya, dari kejadian memalukan itu langsung disaksikan oleh Asisten Deputi Partisipasi Anak Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Republik Indonesia, Drs Darmawan MSi.

Waktu itu, Darmawan mewakili Kementerian PPPA RI sengaja datang ke Selatpanjang untuk menghadiri pengukuhan Forum Anak Meranti. Darmawan yang masih berada di Kota Sagu itu pun langsung dihubungi Kapolres Kepulauan Meranti AKBP Zahwani Pandra Arsyad SH MSi untuk hadir di Mapolres yang mana saat itu ada sekitar 28 siswa diamankan saat konvoi.Kemudian, terkait dengan puluhan siswa SMP yang diamankan dan bahkan ada dua siswa diamankan gara-gara membawa bendera merah putih yang dicoret, Darmawan pun angkat bicara. Dia meminta siswa mengenang sejarah bagaimana susahnya untuk menegakkan tiang dan menaikkan bendera merah putih itu."Saya imbau, camkan wahai adik-adik semua, untuk menegakkan bendera itu bukanlah sederhana. Kita dijajah untuk menegakkan bendera harus mempertaruhkan nyawa. Mari kita semua menghargai," kata Darmawan dalam penyampaiannya.Dilanjutkannya, tidak perlu konvoi dengan mencoret baju apalagi bendera merah putih. Sebab, dengan berlaku tidak baik itu sesungguhnya telah membuat orangtua di rumah menjadi malu. "Ini pelajaran yang sangat berharga. Adik-adik harus punya cita-cita. Pemerintah pusat telah berkomitmen untuk membantu adik-adik semua," jelas Darmawan.Persaingan masa depan anak di Indonesia, menurutnya sangatlah berat. Setidaknya ada sekitar 87 juta jiwa. Selain nantinya akan bersaing teman se Indonesia, juga harus bersaing dengan anak di luar (luar negeri). "Negara luar telah mempersiapkan anak-anak mereka untuk menjadi pribadi yang kuat dan berhasil. Persaingan kita kedepannya sangat ketat, tidak hanya di dalam, tetapi dengan mereka yang ada di luar (negeri, red)," tambah Darmawan.Kemudian, kepada orang tua siswa, Darmawan juga berpesan agar selalu membimbing anak-anak terutama pelajaran agama. Kepada anak juga diminta untuk mempertahankan keimanan dengan memperbanyak belajar agama serta mengaji (membaca Al-Quran, red).(zal)