PEKANBARU, GORIAU.COM - Sekolah Menengah Atas (SMA) Negeri 2 Bangko Pusako menjadi juara pada Kompetisi Cerdas Cermat (KC3) tahun 2014 dengan mengalahkan puluhan sekolah yang turut dalam kompetisi itu.

Ketika itu, orang tua Rizki Ananda tidak bisa menahan harunya menyaksikan tim SMA 2 Negeri Bangko Pusako menjadi juara 1 pada Kompetisi Cerdas Cermat Chevron (KC3) tahun 2014. Kemenangan Rizki dan rekannya patut dibanggakan karena mereka berhasil mengalahkan pesaing dari 40 SMA atau sederajat dari empat Kabupaten (Bengkalis, Rokan Hilir, Rokan Hulu dan Siak). Selain bangga, pemenang KC3 juga menerima hadiah berupa laptop, printer dan smartphone untuk mendukung kegiatan belajarnya.Rizki Ananda, siswa yang masih duduk dikelas 12 ini menyatakan kemenangannya adalah berkat doa, usaha dan tawakal dirinya dan keluarganya. Pria yang mempunyai motto mengedepankan Tuhan dalam semua urusan ini membuat para hadirin terenyuh dengan falsafah hidupnya. Selain berbagi kiat sukses menjadi juara KC3 selama dua tahun berturut-turut, Rizki juga menceritakan cita-citanya yaitu membanggakan kedua orangtuanya melalui jalur prestasi dan bisa masuk ke perguruan tinggi negeri di Jawa.Selama tiga tahun penyelenggaraan program KC3, animo peserta untuk mengikuti ajang ini semakin meningkat dari tahun ke tahun. Tentu saja hal tersebut sangat menggembirakan SKKMigas-PT Chevron Pacific Indonesia (Chevron) yang menjadi penyelenggara kegiatan edukasi untuk masyarakat.“Kami berharap, para peserta dapat memanfaatkan semaksimal mungkin pengalaman mengikuti KC3 dan menjadikannya motivasi untuk mengembangkan potensi, bakat dan kemampuan untuk menghadapi tantangan di masa depan,” tutur Suharsono Darmono, GM  Sumatra Light Oil, mewakili manajemen Chevron.Program KC3 2014 yang berlangsung selama enam hari (15-20 Mei 2014) diisi dengan lomba menulis esai untuk para peserta dan workshop untuk bapak dan ibu guru para pendamping, lomba cerdas cermat, unjuk baka, permainan, penulisan esai dan team building. Para peserta juga berkesempatan mengikuti engineering day dimana mereka diperkenalkan dengan industri migas mulai dari proses terbentuknya minyak bumi, proses eksplorasi dan produksi, serta alat-alat pendukung kegiatan industri perminyakan. Mereka juga meluaskan wawasan lewat lokakarya interaktif yang membahas tentang keselamatan berlalu lintas, proses mendaur ulang sampah rumah tangga menjadi produk bernilai ekonomi, dan sosialisasi bahaya HIV-AIDS dan sosialisasi cara memilih jurusan yang tepat.Ketua penyelenggaraan program KC3, Hanna Rawati menyatakan harapannya agar 80 siswa-siswi yang menjadi peserta KC3 dapat menjadi agen perubahan di lingkungannya masing-masing, memberikan informasi kepada rekan-rekan sebayanya tentang materi yang telah mereka terima selama program ini berlangsung. (rls/fzr)