
SIAK SRI INDRAPURA, GORIAU.COM - PT Petro Selat (Petro Selat Ltd) akhirnya berhasil menghentikan semburan minyak dan lumpur di areal pengeboran Sei Rawa sumur BA 5, 6 7, Sei Apit, Siak, Riau, setelah selama empat hari berturut-turut melakukan upaya penutupan. Semburan minyak dan lumpur tersebut sempat menggenai Sungai Rawa karena areal pengeboran tak sanggup menampung banyak minyak dan lumpur.
Pimpinan HSE Petro Selat Ltd, Aris Simbolan menjawab GoRiau.com, Senin (12/5/2014) malam mengatakan, semburan minyak dan lumpur sudah bisa diatasi pada pukul 16.00 Wib dengan cara memompakan lumpur dan bahan lainnya dengan teknik tertentu ke lobang pengeboran.
''Sudah berhasil pak. Semburan minyak dan lumpur yang bercampur gar sudah bisa dihentikan hari ini pukul 16.00 Wib,'' ujarnya.
Seperti diketahui, Petro Selat Ltd yang mendapatkan konsesi penambangan di Sungai Rawa terus melakukan penambahan sumur minyak. Sayang, pada pencarian sumur baru di titik BA 5, 6,, 7 saat minyak minyak ditemukan, tiba-tiba muncul semburan yang sangat deras dan tak bisa dihentikan. Akibatnya, katup pipa bor lepas dan minyak serta lumpur yang bercampur gas keluar tanpa terkendali. Minyak dan lumpur sempat masuk ke sungai yang menyebabkan air sungai dipenuhi minyak dan lumpur.
Sementara itu, Bupati Siak Drs H Syamsuar MSi tadi siang juga langsung meninjau terjadinya tumpahan minyak yang bercampur lumpur yang mencemari Sungai Rawa, Sei Apit Siak tersebut.
Pada kunjungan itu, Bupati Siak didampingi Kapolses Sei Apit, Kabid Pengendalian dan Pengawasan Badan Lingkungan Hidup Siak, Syaiful Amar MSi, Kabid Amdal BLH Siak Alhaq Zulkarnain, Kabid Pemulihan BLH Siak Alamsyah, Kasubid Pencemaran BLH Siak Ardayani MSi dan rombongan dari Setda Pemkab Siak.
Pada kunjungan ini, bupati mendapat penjelasan tentang kebocoran yang terjadi sehingga minyak dan lumpur memasuki sungai dan menyebabkan air sungai dipenuhi minyak dan lumpur. ''Pihak perusahaan masih berusaha menghentikan semburan minyak dan lumpur. Mudah-mudahan segera bisa diatasi,'' ujar Syamsuar. ***