BENGKALIS, GORIAU.COM - Sampai awal triwulan IV tahun anggaran 2013, serapan APBD Bengkalis baru mencapai kisaran 30 persen. Ketua DPRD Bengkalis mengaku kecewa dengan masih rendahnya serapan tersebut.

Seperti disampaikan Ketua DPRD Bengkalis, Jamal Abdillah, Rabu (16/10/2013), ada beberapa faktor yang dinilainya mempengaruhi keterlambatan pekerjaan proyek tahun ini serta masih minimnya serapan anggaran untuk kegiatan di luar proyek.

''Saya dapat informasi untuk kegiatan proyek fisik, yang baru memulai pekerjaan belum mencapai 50 persen. Demikian juga halnya dengan penyerapan anggaran di seluruh SKPD untuk kegiatan rutin di luar gaji pegawai, juga masih sangat minim. Melihat kondisi ini kita cukup kecewa, karena itu, kita minta kepada Bupati bersama jajarannya mengoptimalkan penggunaan APBD tahun ini sehinga sisa lebih penggunaan anggaran (silpa) dapat ditekan,'' tegas Jamal Abdillah.

Politisi muda Partai Keadilan Sejahtera (PKS) ini juga menyebutkan ada beberapa faktor yang membuat rendahnya serapan APBD, antara lain, proses pelelangan di Unit Layanan Pengadaan (ULP) yang molor. Faktor ini selain disebabkan pelaksanaan lelang yang berjalan memakan waktu agak lama, juga keterlambatan SKPD menyerahkan dokumen lelang ke ULP,sehingga dampaknya adalah keterlambatan pekerjaan di lapangan.

Masalah lain menurut Jamal adalah soal kebijakan kepala daerah dalam merealisasikan pencairan sejumlah kegiatan. Misalnya anggaran hibah dan bantuan sosial (bansos) yang sudah disahkan di APBD tahun ini, mayoritasnya belum direalisasikan pencairannya dengan alasan masalah administrasi serta kebijakan pencairan dana hibah itu sendiri. Bahkan penyerapan anggaran untuk dana hibah dan bansos juga masih dibawah 30 persen dari total seluruh dana yang dialokasikan di Sekretariat Daerah.

''Kita mengusulkan kepada Pemkab Bengkalis terutama di Sekretariat Daerah yang menangani pencairan hibah dan bansos supaya mempercepat proses administrasi. Termasuk diantaranya hibah kepada organisasi underbouw pemerintah serta bantuan beasiswakepada mahasiswa asal Bengkalis serta bantuan kepada kelompok-kelompok masyarakat yang bergerak di sektor usaha kecil dan menengah,'' imbau Jamal.

Melihat situasi tersebut, Ketua DPRD khawatir apabila dalam sisa tahun anggaran yang tinggal 2,5 bulan lagi tidak dikebut, maka silpa tahun depan akan cukup tinggi. Hal tersebut jelas berdampak tidak baik terhadap jalannya pemerintahan serta percepatan pembangunan daerah, dikarenakan penyerapan anggaran yang notabene adalah kegiatan tersebut tidak terdistribusikan secara maksimalkan.

''Masih ada 2,5 bulan lagi sisa tahun anggaran 2013. Kita meminta kepada ULP selaku pelaksana pelelangan proyek agar dalam bulan Oktober ini semua proses lelang sudah tuntas 100 persen. Juga kepada SKPD selaku pelaksana kegiatan dan kepala daerah selaku leading sector segera menggesa kegiatan-kegiatan dengan sasaran dapat menekan silpa, dan tujuan dari pembangunan daerah dapat berjalan serta dinikmati masyarakat,” tutup Jamal.

Terpisah Bupati Bengkalis, H Herliyan Saleh optimis realisasi kegiatan tahun ni lebih baik  dari tahun sebelumnya. Menurutnya, saat ini kegiatan sedang berlangsung dan ada juga yang sudah selesai dikerjakan. Kendalanya, di tiap SKPD terkadang lamban melaporkan realisasi kegiatan mereka, sementara kegiatan tersebut sudah berjalan.

''Sejauh ini tidak ada kendala. Hanya saja kebiasan selama ini selalu menunggu percairan di ujung tahun. Saya ingatkan kepada SKPD jangan menunggu di penghujung tahun, kalau pekerjaan sudah selesai kenapa harus menunggu akhir tahun,'' tegas Bupati kepada sejumlah wartawan, Rabu (16/10/2013).

Menurut Bupati, jika sampai terdapat kendala seperti kelangkaan material, musim hujan itu tentunya sudah menjadi tanggung jawab rekanan. Mereka tentu sudah memprediksi segala kemungkinan yang terjadi, sehingga tidak bisa itu dijadikan alasan. Termasuk juga untuk kegiatan proyek multiyears, Bupati berharap akhir bulan ini udah bisa berjalan sesuai schedul yang telah dibuat.(jfk)