
BENGKALIS, GORIAU.COM - Bupati H Herliyan Saleh akan melantik pejabat eselon II di lingkungan Pemkab Bengkalis, Kamis (17/10/2013) besok. Pelantikan kali ini akan difokuskan untuk mengisi jabatan yang kosong.
Setidaknya ada tujuh jabatan eselon II yang masih kosong, diantaranya Dinas Pertanian dan Peternakan, Badan Penanggulangan Bencana Daerah-Pemadam Kebakaran (BPBD-Damkar), Dinas Kelautan dan Perikanan, Asisten I dan tiga orang staf ahli bupati.
Prihal kepastian akan dilaksanakannya pelantikn pejabat eselon II hari ini dibenarkan oleh Bupati Bengkalis, H Herliyan Saleh kepada wartawan di sela-sela melihat pemotongan hewan kurban Sekretariat Daerah, Rabu (16/10/2013).
Dipaparkan Bupati, dalam memilih pejabat baik untuk yang duduk di eselon II, III dan IV, baginya yang utama adalah moral dan kemampuan bekerja. Apalagi dirinya sudah perpuluh tahun mengabdikan diri sebagai PNS, sehingga tahu memahami betul karakter dan apa yang harus dilakukan oleh seorang pejabat PNS.
''Sebagai orang yang sudah berpengalaman di dunia PNS, bagi saya tidak begitu sulit menentukan siapa pejabat yang akan ditempatkan di jabatan tertentu terutama eselon II. Hal yang paling utama adalah moral pejabat terkait dan tentunya juga kemampuan dia bekerja. Jika sudah memenuhi dua kriteria itu maka dia akan menjadi pilihan saya,'' katanya lagi.
Selain mengisi jabatan kosong, menurut Bupati ada juga beberapa pejabat yang sifatnya promosi. ''Tunggu saja besok. Mungkin penempatannya selama ini kurang tepat, perlu diganti dengan pejabat yang lebih berkompeten,'' terangnya.
Diakui Bupati, masih ada para pejabat pembantunya yang masih belum mengetahui dengan baik tugas dan apa-apa yang menjadi tanggungjawab SKPD yang dipimpinnya. Lamban mengantisipasi berbagai persoalan dan tidak pandai mencarikan solusi ketika terjadi persoalan.
''Menjadi pejabat itu jangan neko-neko. Di pundaknya diamanahkan sebuah tanggungjawab sebagai abdi negara dan abdi masyarakat. Cukup bagi seorang pejabat itu bekerja dan bekerja dengan baik, bukan memilih jabatan apalagi ada istilah jabatan sedap dan tak sedap,'' paparnya.
Dirinya tidak gegabah apalagi sampai emosional ketika menunjuk seorang pejabat setingkat eselon II. Penunjukan seorang pejabat tetap melalui musyawarah dan dengan pertimbangan yang matang, tidak ada istilah asal comot saja.(jfk)