
PEKANBARU, GORIAU.COM - Satu pekan sudah kabut asap yang menjadi dampak dari kebakaran lahan atau hutan di Provinsi Riau 'menyerang' jarak pandang di Bandara Sultan Syarif Kasim (SSK) II Pekanbaru hingga menurun dari 3.000 menjadi 1.500 meter.
"Tapi belum menganggu aktivitas bandara. Semua jadwa penerbangan dan kedatangan masih normal," kata Airport Duty Manager Bandara SSK II Pekanbaru, Hasnan kepada wartawan di Pekanbaru, Jumat (7/2/2014).
Ia menjelaskan, jarak pandang yang hanya 1.500 meter di waktu pagi masih dapat ditempuh oleh jenis pesawat komersil khususnya yang berbadan besar seperti Garuda Indonesia dan Lion Air.
Hasnan mengatakan, sejak beberapa pekan terakhir kabur asap dampak kebakarana lahan memang telah menutupi udara di Bandara SSK II, namun belum sampai menganggu aktivitas penerbangan.
Walau demikian, kata dia, managemen tetap terus menginformasikan kondisi udara di Bandara SSK II Pekanbaru ke seluruh maskapai sebagai wujud kewaspadaan.
Kabut asap melanda Kota Pekanbaru sejak dua pekan terakhir akibat terjadinya kebakatan lahan atau hutan di sejumlag wilayah seperti Kabupaten Bengkalis, Rokan Hilir, Siak dan Pelalawan.
Selain membatasi jarak pandang, kabut asap juga mengakibatkan kualitas udara menjadi menurut hingga takaran yang kurang sehat.
Pemerintah setempat mengimbau masyarakat untuk mengurangi aktivitas di luar rumah mengantisipasi berbagai hal yang tak diinginnya termasuk ancaman penyakit pada saluran pernafasan. (fzr/ant)