
TELUKKUANTAN – Pemerintah Kabupaten Kuantan Singingi (Kuansing), Riau, membukukan pendapatan asli daerah (PAD) sebesar Rp97,7 miliar pada semester pertama tahun anggaran 2026, atau belum mencapai 40 persen dari target tahunan.
Realisasi tersebut setara dengan 38,3 persen dari total target PAD tahun 2026 yang ditetapkan sebesar Rp255 miliar.
Hal itu terungkap dalam rapat evaluasi PAD Kuansing yang dipimpin Plt Bupati Kuansing, Muklisin pada Senin (13/7/2026) pagi di Kantornya.
Menyikapi kondisi ini, Muklisin menginstruksikan jajaran organisasi perangkat daerah (OPD) untuk segera mengoptimalkan pemungutan pendapatan dan meninjau kembali prioritas belanja.
"Target yang telah ditetapkan harus menjadi komitmen bersama untuk diwujudkan," kata Muklisin. Ia menegaskan bahwa pemenuhan target pendapatan sangat penting agar pemerintah daerah memiliki kapasitas yang kuat dalam mendanai belanja rutin, termasuk pemenuhan hak-hak aparatur sipil negara (ASN).
Guna menjaga stabilitas fiskal daerah, Muklisin juga mengingatkan seluruh jajaran perangkat daerah untuk menangguhkan proses lelang proyek yang berpotensi membebani kondisi keuangan daerah. Setiap kebijakan belanja, menurutnya, harus menyesuaikan dengan kemampuan kas daerah yang ada.
Meski realisasi paruh pertama tahun ini masih lambat, Muklisin menyatakan optimistis bahwa sinergi yang lebih ketat antar-OPD akan mampu mengejar target yang tersisa hingga akhir tahun demi menjamin kelangsungan pelayanan publik dan pembangunan daerah.***