
PEKANBARU – Badan Gizi Nasional (BGN) menyatakan kesiapan memperluas pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) ke daerah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T) di wilayah Riau, Sumatera Barat, dan Kepulauan Riau. Saat ini, sekitar 50 persen Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) untuk wilayah tersebut telah siap beroperasi dan tinggal menunggu arahan dari BGN Pusat.
Hal itu disampaikan Koordinator Wilayah BGN untuk Riau, Sumatera Barat, dan Kepulauan Riau, Syartiwidya usai mengawasi pembagian MBG perdana setelah libur sekolah di SMP Negeri 1 Pekanbaru, Senin (13/7/2026).
Syartiwidya mengatakan kesiapan SPPG di daerah 3T terus dimatangkan. Namun, pelaksanaannya masih menunggu petunjuk resmi dari BGN Pusat terkait mekanisme operasional di lapangan.
"Daerah 3T sekarang SPPG-nya hampir sekitar 50 persen sudah siap untuk berjalan. Tinggal kita menunggu arahan saja bagaimana mekanisme pelaksanaannya," kata Syartiwidya.
Ia menjelaskan, berdasarkan informasi yang diterima, mekanisme pelaksanaan MBG di wilayah 3T nantinya akan hampir sama dengan SPPG di wilayah aglomerasi, termasuk sistem pembiayaan. Perbedaannya terletak pada kapasitas layanan yang lebih kecil.
"Jumlah penerima manfaatnya di bawah 1.000 orang. Luas bangunan beserta fasilitasnya juga lebih kecil dibandingkan SPPG reguler," ujarnya.
Menurutnya, setelah petunjuk dari BGN Pusat diterbitkan, pihaknya siap segera menjalankan operasional SPPG di wilayah-wilayah terpencil.
"Dalam waktu dekat ini kita tunggu arahan dari BGN Pusat. Kalau sudah diminta untuk menjalankan SPPG di daerah terpencil, tentu akan langsung kita laksanakan," tuturnya.
Ia menilai tantangan utama dalam perluasan MBG ke daerah 3T bukan berasal dari sisi investasi. Menurutnya, para mitra telah memiliki perhitungan tersendiri mengenai pembangunan fasilitas di daerah tersebut.
Sebaliknya, tantangan yang lebih besar adalah menempatkan sumber daya manusia, khususnya Kepala SPPG, untuk bertugas di wilayah yang memiliki akses cukup sulit.
"Kalau terkait investor saya rasa tidak menjadi masalah karena mereka tentu sudah memiliki perhitungan sendiri. Yang agak menjadi kendala nanti justru penempatan Kepala SPPG di sana, karena lokasinya cukup jauh. Dibutuhkan keikhlasan dan kesiapan dari anak-anak kita yang akan menjadi kepala SPPG di daerah tersebut," jelasnya.
Ia optimistis, dengan kesiapan sarana yang terus ditingkatkan dan dukungan sumber daya manusia, perluasan Program Makan Bergizi Gratis ke wilayah 3T dapat segera direalisasikan setelah mendapat persetujuan dari BGN Pusat. Program tersebut diharapkan mampu memberikan layanan pemenuhan gizi yang merata bagi anak-anak, termasuk di daerah dengan akses yang lebih terbatas. ***