PEKANBARU, GORIAU.COM - Sentra produksi kelapa terbesar di Indonesia, Indragiri Hilir, Riau, kini sedang merana akibat jatuhnya harga jual kelapa di tingkat petani. Hamparan pohon-pohon kelapa yang tumbuh dengan suburnya dari lahan-lahan yang semula hutan rawa dan telah menjadi objek agrowisata yang luar biasa itu, kini sudah tak bisa diharapkan untuk menopang kehidupan petani.

Terdorong untuk menyelamatkan kelapa di Indragiri Hilir, khususnya kelapa rakyat, Dinas Perkebunan Provinsi Riau membentuk tim untuk mengidentifikasi persoalan yang terjadi. Tim turun untuk menghimpun seluruh fakta dan data yang dibutuhkan untuk merumuskan jalan keluar persoalan yang kini membuat petani Inhil putus asa untuk melanjutkan perkebunan kelapa.

''Kebun kelapa di Inhil merupakan yang terluas di Indonesia, Inhil penyumpang terbesar kelapa Indonesia yang kini menjadi produsen kelapa terbesar di dunia. Dan sebagian besar kebun-kebun ini dimiliki petani, karena itu, kita membentuk tim untuk menghimpun fakta dan data yang sebenarnya terjadi. Informasi yang tepat ini nantinya akan dijadikan pedoman dalam menyusun strategi penyelamatan kelapa rakyat Indragiri Hilir,'' ujar Sekretaris Disbun Riau, Rivai Yasin kepada wartawan, Jumat (9/11/2012).

Tim yang dibentuk telah turun ke lokasi sejak Rabu lalu dan dipimpin langsung oleh Kelapa Dinas Perkebunan Riau Zulher MS. Tim juga telah melakukan koordinasi dengan Pemerintah Kabupaten (Pemkab)Inhil.

''Kita belum bisa memberikan kesimpulan meski secara kasat mata harga kelapa di tingkat petani turun. Perlu analisa dan kompilasi dengan faktor-faktor lain sehingga nantinya diperoleh kesimpulan dan jalan keluar yang tepat.

Sementara itu, Kepala Dinas Perkebunan Riau, Zulher yang dihubungi melalui telepon selulernya, Jumat (9/11/2012) mengatakan, dirinya bersama tim sudah sampai di Indragiri dan bekerja untuk menghimpun semua data dan fakta lapangan. Nantinya juga akan dilakukan pembahasan lebih lanjut dengan semua pihak, termasuk Pemkab Indragiri Hilir.

''Kita tahu, Indragiri Hilir merupakan sentra kelapa terbesar di Indonesia. Inhil memberi andil menjadikan Indonesia sebagai produsen kelapa terbesar dunia. Kita harus selamatkan, khususnya yang berasal dari perkebunan rakyat. Petani harus bisa hidup dan mengembangkan kehidupannya dari budidaya kelapa, kalau memang harga yang menjadi persoalan, tentunya harus dicari tahu dari masa asal muasalnya, kita tak bisa berandai-andai, karena itu kita langsung turun ke lapangan,'' tegas Zulher. (rdi)