
PEKANBARU, GORIAU.COM - Meski pemerintah selalu meyakinkan petani bahwa pupuk bersubsidi akan lancar sampai ke tangan petani, namun tidak demikian yang dialami Sarbaini, salah seorang petani sayur di Jalan Kertama, Pekanbaru Riau. Kenyataannya, pupuk yang sebagian harganya dibayar menggunakan uang rakyat lewat APBN itu, sulit didapat di lapangan.
Menurut Sarbaini, pupuk bersubsidi itu datang selalu angin-angin, kadang ada, kadang hilang. ''Bahkan kami sudah lama tidak mendapatkan pupuk bersubsidi, karena kami butuh, kami terpaksa membeli dengan harga mahal,'' ujar Sarbaini kepada wartawan, Jumat (9/11/2012).
Menurut Sarbaini, selama ini sesuai prosedur, pupuk bersubsidi diambil melalui ketua kelompok tani, namun saat ditanya stoknya selalu tak cukup. Dan dia mengaku, kondisi ini tidak hanya dikeluhkan oleh dirinya sendiri, tapi hampir semua petani yang ada di Kertama.
''Mungkin karena harga pupuk bersubsidi itu murah, makanya banyak yang punya kepentingan dan mencoba memanfaatkannya. Saya pikir ini sama juga sama BBM bersubsidi, selalu menguap sebelum sampai ke kami. Mestinya, kami petani kecil ini yang dapat bukan petani besar maupun pekebun. Kami tak tahu berapa stok, tapi yang jelas kami sulit mendapatkannya dan selalu tak cukup, jelasnya.
Anehnya, tambah Sarbaini, pupuk bersubsidi datang tidak sesuai dengan waktu tanam petani. Saat petani membutuhkan pupuk justru tidak ada. Tapi saat tidak dibutuhkan, justru pupuk yang datang berlimpah.
Sementara itu, Ketua Kelompok Tani Jalan Kertama, Surapin saat dikonfirmasi mengatakan, sebenarnya jumlah pupuk yang disalurkan sudah memadai dan lancar. Namun karena besarnya kebutuhan petani terhadap pupuk, akhirnya alokasi yang diberikan untuk Kelurahan Maharatu selalu kurang.
''Disini ada dua kelompok tani yang masing-masing memiliki anggota antara 250 hingga 300 orang, kebutuhannya sangat besar, tapi alokasi kecil. Selama ini selalu diberikan secara bergilir, tapi wajar saja kalau ada petani yang mengeluhkan. Kami sudah mengusulkan penambahan, tapi sampai sekarang belum ada respon,'' ujarnya.
Dinas Pertanian (Distan) Pekanbaru yang dikonfirmasi melalui Kepala Bidang (Kabid) Hortikultura, Tedi Suhendri mengatakan, tidak benar jika minim ketersedian pupuk bersubsidi berkurang seperti yang dikeluhkan petani Jalan Kertama.
''Stok pupuk bersubsidi itu ada. Dan siapa yang bilang susah didapatkan. Tidak benar itu keluhan petani di Jalan Kartama yang ngaku kesulitan mencari pupuk subsidi. Ketersedian pupuk bersubsidi bisa didapatkan di kios-kios resmi, dan dapat dibeli pada ketua kelompok tani mereka,'' katanya.
Tedi juga mengatakan, harga serta berat pupuk bersubsidi dijamin tidakan berkurang dari penyaluran dan harganya sudah mengikuti harga eceran tertinggi (HET) yakni sebesar Rp1.300 ribu perkilogram. (rdi)