PEKANBARU - Menurunnya kualitas udara secara drastis di wilayah kota memaksa ribuan peserta didik kembali beraktivitas di dalam rumah. Guna melindungi kesehatan anak-anak dari paparan udara yang kian memburuk, Pemerintah Kota Pekanbaru resmi memberlakukan pembelajaran dalam jaringan (daring) mulai Senin (24/8/2026).

Meski ruang kelas kosong dan kegiatan belajar mengajar bergeser ke ranah virtual, hak nutrisi para pelajar dipastikan tetap terpenuhi. Program Makan Bergizi Gratis (MBG) bagi peserta didik di kota ini terus disalurkan dengan penyesuaian sistem distribusi.

Jaminan Nutrisi dan Mekanisme Distribusi

"Untuk MBG tetap diberikan kepada anak-anak. Pihak sekolah agar menghubungi orang tua atau wali untuk mengambilnya ke sekolah," jelas Plt Kepala Dinas Pendidikan Kota Pekanbaru, Abdul Jamal.

Langkah ini diambil agar asupan gizi harian peserta didik tidak terputus, sembari menjaga mereka dari ancaman gangguan infeksi saluran pernapasan akut. Untuk memastikan keselamatan siswa, dinas telah merumuskan alur distribusi khusus.

Mekanisme pendistribusian MBG selama masa belajar daring ditetapkan sebagai berikut:

  • Siswa diwajibkan tetap berada di dalam rumah mengikuti pembelajaran jarak jauh.
  • Orang tua atau wali murid mengambil jatah makanan bergizi langsung ke sekolah.
  • Pihak sekolah proaktif menghubungi wali murid untuk mengatur waktu pengambilan.

Dengan penerapan sistem ini, tegasnya, anak-anak sama sekali tidak diizinkan keluar rumah untuk mengambil makanan tersebut, sehingga mereka benar-benar terlindungi di kediaman masing-masing.

Merujuk pada dokumen APBD Kota Pekanbaru Tahun Anggaran 2026 yang telah disahkan senilai Rp3,049 triliun, keberlanjutan program pendidikan dan gizi ini sangat didukung oleh kesiapan kapasitas finansial daerah. Tercatat, alokasi untuk Dinas Pendidikan (Disdik) menempati porsi terbesar yakni Rp804 miliar, yang memberikan ruang bagi pemerintah daerah untuk sigap merespons penyesuaian layanan dasar di tengah krisis cuaca.

Terkait sampai kapan penerapan belajar dari rumah ini akan berlangsung, dinas belum menetapkan tenggat waktu yang kaku. Keputusan lanjutan akan dievaluasi secara harian dengan merujuk pada data otoritatif.

"Kita akan melihat perkembangan kondisi kualitas udara. Untuk kegiatan belajar hari berikutnya akan kita sesuaikan berdasarkan informasi BMKG dan instansi terkait," pungkas Jamal. ***