
SIAK SRI INDRAPURA, GORIAU.COM - Semenjak beberapa tahun terakhir ini, pemuda di Kabupaten Siak sudah enggan untuk bertani. Terutama daerah yang menjadi lumbung beras di Kabupaten Siak. Rata-rata, petani yang ada saat ini sudah berusia lanjut.
Hal itu disampaikan Bupati Siak Drs. H. Syamsuar, MSi saat meletakkan batu pertama Mesjid Muhammadiyah, Selasa (14/1/2014). Ia menyatakan baru saja pulang dari kegiatan panen raya di Desa Belading Kecamatan Sabak Auh. "Makanya saya tak bisa ikut kegiatan sejak tadi pagi," alasan Bupati.
Enggannya para pemuda untuk bercocok tanam, lanjut Bupati ia ketahui dari laporan Petani di Sabak Auh. Bupati mengkhawatirkan kondisi ini jika terus menerus berlangsung. Sebab, dengan sendirinya produksi beras di Siak juga akan menurun.
"Pemuda kita sudah malas untuk bertani. Kalau petani yang sudah tua ini tidak berdaya lagi, tentunya secara otomatis sawah akan berkurang. Dan produksinya juga menurun," jelas Syamsuar.
Untuk itu, Syamsuar berharap kelompok tani binaan Dinas Pertanian, Tanaman Pangan dan Holtikultura lebih giat dalam bercocok tanah. Tidak hanya dibidang persawahan, tapi juga bidang lain. "Seperti tanaman cabe," kata Bupati.
"Selesai dari panen raya, saya diundang oleh salah satu kelompok tani yang isinya anak muda. Kelompok ini bertanam cabe, dan saya ikut memanennya tadi (kemaren)," jelas Bupati.
Syamsuar memuji kualitas cabe yang dihasilkan kelompok tani tersebut. Menurutnya, selain cabe tersebut terawat dengan bagus. Hasilnya juga bersaing dengan cabe dari luar. "Buahnya besar-besar, kalah pula cabe dari Sumbar sana," puji Bupati.(san)