
PEKANBARU, GORIAU.COM - Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Riau Arsyadjuliandi Rachman mengatakan, kabut asap yang kembali melanda sejumlah daerah di Provinsi Riau merupakan kiriman dari provinsi tetangga, yakni Sumatera Selatan dan Jambi.
"Kita terkena dampaknya, karena dibawa angin. Kalau hujan buatan bisa kita ciptakan, tapi merubah arah angin kita ada kuasa. Sekarang kita lebih fokus mencegah karhutla agar tak terjadi lagi di Riau," kata Plt Gubri, usai memimpin rapat koordinasi pencegahan karhutla di Gedung Melati Kantor Gubernur Riau, Senin (19/10/2015).
Lanjutnya, akan ada 16 rencana aksi yang harus sama-sama dilakukan baik oleh pemerintah pusat maupun pemerintah provinsi, kabupaten/kota dan perusahaan. Melakukan pencegahan untuk mengurangi berbagai hal yang akan terjadi di musim panas tahun 2016 mendatang.
"Musim panas diprediksi akan datang lagi tahun depan. Jadi kita harus antisipasi kebakaran ini dari sekarang," paparnya.
Selain itu, sambung Plt Gubri, akan dilakukan cek ulang mengenai peralatan yang ada di perusahaan untuk mengatasi kebakaran dan cek ulang alat-alat yang terpakai belakangan.
"Kita akan cek kelengkapan peralatan kita, seperti halnya tower pendeteksi titik api, apakah masih bagus kondisinya," tambahnya.
Rakor ini dihadiri Kepala Dinas Kehutanan Riau Fadrizal Labay, Dinas Perkebunan, Kepala Badan Lingkungan Hidup Yulwiriati Moesa, Pj Bupati Bengkalis Ahmad Syah Harrofie, Bupati Kampar Jefry Noer, BMKG Riau diwakili Kasi Data dan Informasi Selamet Riyadi, TNI, Polri dan perwakilan dari sejumlah perusahaan di Riau.(rat)