PANGKALANKERINCI, GORIAU.COM - Pembunuhan sadis yang menimpa Asma (25) yang sehari-hari bekerja sebagai penjual bandrek di Jalan Lintas Timur (Jalintim) Pangkalan Kerinci diduga karena ada percekcokan. Pasalnya, sebelum ditemukan warga, korban sempat menjerit dengan mengeluarkan suara yang keras.

Pembunuhan yang terjadi sekitar pukul 12.05 Wib tersebut terjadi sesaat sebelum umat muslim menjalankan ibadah Salat Jumat. Saat itu, Eka tetangga korban, mendengar ada jeritan dari rumah kost yang berada di Gang Melati, RT05 RW06, Pangkalan Kerinci Kota, Kecamatan Pangkalan Kerinci, Pelalawan Riau, itu.

''Kami mendengar jeritan dari rumah kost korban, dan segera kami datangi dan begitu ditemukan, korban sudah tewas berlumuran darah,'' ujar Eka, tetangga korban.

Seperti diberitakan sebelumnya, warga Pangkalan Kerinci digegerkan oleh tewasnya seorang wanita cantik dengan kondisi mengenaskan di kamar kostnya di Gang Melati, RT05 RW06, Pangkalan Kerinci Kota, Kecamatan Pangkalan Kerinci pada Jumat siang (14/11/2014).

Wanita cantik yang tewas mengenaskan tersebut bernama Asma (25), yang sehari-harinya bekerja sebagai penjual bandrek di Jalan Lintas Timur (Jalintim) Pangkalan Kerinci. Tewasnya Asma diketahui setelah salah seorang penghuni kost lainya yang curiga, dan menduga adanya keributan di kamar kost Asma sesaat ketika umat muslim akan menunaikan ibadah Salat Jumat.

Seperti dituturkan oleh Ketua RT 05 RW 06, Ali Yusran, Jumat (14/11/2014). Menurutnya, kejadian diketahui saat warga akan melaksanakan Salat Jumat. "Kejadian baru diketahui warga saat jelang Salat Jumat. Dan kita bersama beberapa orang warga lainya memastikan itu," katanya.

Asma, yang berjualan bandrek di depan SMPN Pangkalan Kerinci ini telah tewas bersimbah darah di kamar kosnya dengan kondisi mengenaskan.Belum diketahui motif pembunuhan terhadap Asma. ***