PASIR PANGARAIAN, GORIAU.COM - Seorang Jemaah Haji (JH) tambahan asal Kecamatan Rokan IV Koto, Kabupaten Rokan Hulu (Rohul) bernama Syamsuddin bin Basyaruddin (84) dikabarkan meninggal dunia di Madinah, Ahad (26/10/2014) malam sekitar pukul 15.45 WAS atau pukul 19.45 WIB.

Menurut Kakan Kemenag Rohul Ahmad Supardi Hasibuan, kabar meninggalnya Syamsuddin warga Pasir Rambah, Kecamatan Rokan IV Koto diketahui dari petugas Kloter 18 bernama Munir.

Munir melaporkan jika Syamsuddin meninggal dunia saat sedang duduk di Lobi Hotel Thoyyibah, Kota Madinah. Saat menunggu bus yang membawa JH ke bandara. ''Dia meninggal saat duduk di lobi hotel ketika akan ke bandara," jelas Supardi kepada Ahad malam.

Supardi mengungkapkan, sebelum dipulangkan, Syamsuddin sempat dirawat dan diinfus selama 3 hari. Dia memperkirakan, JH ini kelelahan karena faktor usia.

Syamsudin merupakan JH tambahan dari Rohul, nomor porsi 0400078682 dan telah mendaftar Oktober 2011, masuk dalam Kloter 18 Batam. Dia berangkat ke Tanah Suci pada 18 September 2014 silam bersama tiga JH Rohul tambahan lain yakni Lagut bin Kasim Mayang (85), warga Kecamatan Rambah, porsi 04000104434.

Kemudian, Halimah binti Sait Rakkayo (74), Kecamatan Rambah, porsi 04000104435. Serta Nasir bin Lagut Kasim (52), Kecamatan Rambah, porsi 04000104433.

Supardi mengungkapkan jenazah Syamsudin akan dikebumikan di Madinah. Kabar meninggalnya JH ini telah diinformasikan kepada keluarganya di Rokan IV Koto.

Sementara, tiga JH Rohul tambahan lainnya tetap dipulangkan dari Bandara Madinah ke Batam pada Ahad malam ini sekitar pukul 17.00 WAS atau pukul 21.00 WIB.

"Diperkirakan mereka baru tiba di Batam besok pukul 11.00 WIB," jelas Supardi di ujung telepon.

Setibanya di Batam Senin (27/10/14) besok, tiga JH Rohul tambahan bersama JH Kloter 18 akan menginap di Asrama Haji Batam. Dan Selasa (28/10/14) lusa, ketiganya akan dipulangkan ke Rohul melalui Bandara Sultan Syarif Kasim Pekanbaru.

"Ada petugas dari Kemenag Rohul yang menjemput ketiganya di Batam. Saya sendiri menjemputnya di bandara Pekanbaru," tutup Ahmad Supardi. (ram)