
PEKANBARU - Pemerintah Kota (Pemkot) Pekanbaru melalui Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) dibantu unsur TNI dan Polri membongkar 70 lapak Pedagang Kaki Lima (PKL) di kawasan Stadion Utama Riau, Jalan Naga Sakti, Kecamatan Binawidya, Rabu (22/7/2026). Penertiban bangunan yang berdiri di fasilitas umum ini menggunakan satu unit alat berat jenis ekskavator dan melibatkan 160 personel gabungan.
Mayoritas bangunan yang diratakan merupakan lapak semipermanen berbahan kayu. Selama ini, lokasi tersebut dimanfaatkan oleh para pedagang untuk menjalankan aktivitas ekonomi seperti menjual makanan dan minuman.
Kepala Satpol PP Kota Pekanbaru, Desheriyanto menjelaskan bahwa tindakan penertiban merupakan bagian dari penegakan regulasi daerah terkait ketertiban umum. Upaya ini dilakukan untuk menata kembali area sekitar stadion agar berfungsi optimal sebagai sarana olahraga dan ruang publik yang nyaman.
"Hari ini ada sekitar 70 lapak yang kita tertibkan di area stadion. Supaya kawasan ini lebih tertib lagi," paparnya.
Ia memastikan pembongkaran tidak dilakukan secara mendadak. Pemerintah daerah sebelumnya telah memberikan sosialisasi dan melayangkan surat peringatan agar para pedagang membongkar sendiri bangunan permanen mereka.
Lebih lanjut, Desheriyanto menegaskan bahwa Pemkot Pekanbaru pada dasarnya tidak melarang masyarakat mencari nafkah di kawasan tersebut. Namun, izin berjualan hanya diberikan bagi pedagang yang menerapkan sistem bongkar pasang, sehingga kebersihan dan estetika tata kota tetap terjaga.
"Pedagang silakan tetap berjualan di kawasan ini. Tetapi tidak boleh membuat lapak permanen atau meninggalkan barang-barang dagangannya. Setelah selesai berjualan, semua perlengkapan harus dibawa pulang," tegasnya.
Sesuai dengan ketentuan ketertiban umum, masyarakat dilarang memanfaatkan trotoar, bahu jalan, maupun ruang publik untuk mendirikan bangunan tempat usaha tanpa izin. Guna mencegah kembalinya lapak-lapak serupa, otoritas terkait akan meningkatkan pengawasan secara berkala di kawasan Stadion Utama Riau. Langkah preventif tersebut diharapkan mampu mempertahankan kebersihan dan ketertiban salah satu ikon olahraga di ibu kota Provinsi Riau tersebut. ***