
PEKANBARU - Ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) masih membayangi wilayah Pulau Sumatera. Meski sebagian besar daerah terus diguyur hujan, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mendeteksi ratusan titik panas (hotspot) yang tersebar di sepuluh provinsi, Minggu (2/8/2026).
Berdasarkan data pantauan satelit hingga pukul 23.00 WIB malam sebelumnya, total terdapat 261 titik panas yang muncul di Pulau Sumatera. Sumatera Selatan menjadi penyumbang titik panas terbanyak, disusul oleh Bangka Belitung dan Jambi.
Forecaster On Duty BMKG Stasiun Meteorologi Sultan Syarif Kasim II Pekanbaru, Anggun R, merinci sebaran titik indikasi kebakaran tersebut.
"Sebaran hotspot meliputi Sumatera Selatan sebanyak 93 titik, Bangka Belitung 62 titik, Jambi 20 titik, Riau 20 titik, Lampung 18 titik, Aceh 15 titik, Bengkulu 12 titik, Sumatera Barat 12 titik, Kepulauan Riau lima titik, dan Sumatera Utara empat titik," urainya.
Khusus di wilayah Provinsi Riau, 20 titik panas yang terdeteksi satelit tersebar di enam daerah. Kabupaten Pelalawan mencatatkan jumlah kemunculan tertinggi dibandingkan kabupaten atau kota lainnya.
Berikut adalah rincian sebaran titik panas di wilayah Riau:
Kemunculan titik panas ini berbarengan dengan kondisi cuaca Riau yang saat ini masih berpotensi dilanda hujan sedang hingga lebat. BMKG memprakirakan curah hujan akan mengguyur sebagian besar wilayah Riau sejak pagi hingga dini hari.
Suhu udara di Riau hari ini tercatat pada rentang 23 hingga 33 derajat Celsius dengan tingkat kelembapan 55 sampai 100 persen. Arah angin bertiup dari tenggara menuju barat laut dengan kecepatan 10 hingga 30 kilometer per jam.
"Potensi hujan sedang hingga lebat yang dapat disertai petir dan angin kencang perlu diwaspadai terutama di Kabupaten Rokan Hilir, Kabupaten Rokan Hulu, Kota Dumai, Kabupaten Kampar, Kabupaten Bengkalis dan Kota Pekanbaru," tutupnya. ***