JAKARTA, GORIAU.COM - Lima orang bujang (anak laki-laki yang belum menikah, red) asal Kabupaten Kepulauan Meranti mengenceh (semacam pendekatan atau gombalan untuk menjadikan perempuan gebetan atau pasangan, red) lima orang gadis cine/cina/tionghoa. Peristiwa ini terjadi di Parkir Selatan, Senayan, Jakarta.


Pantauan GoRiau.com, lima orang pemuda asal Meranti yang sudah berpakaian melayu lengkap mengganggu lima orang gadis tionghoa. Kelima pemuda ini meminta diikutkan berjoget (menari, red) oleh lima gadis tionghoa tersebut.
Awalnya sempat dilarang oleh perempuan berkulit putih dan mata sipit itu, tapi setelah lama dirayu-rayu, akhirnya kelima pemuda ini dibolehkan menari bersama untuk menghibur penonton yang hadi malam itu.
Adegan di atas merupakan settingan acara dalam helat festival pangan Sagu Meranti di Parkir Senayan Jakarta.
Sebelumnya, pembawa acara telah menyampaikan bahwa 10 putra putri yang terdiri dari 5 orang pemuda dan 5 orang pemudi asal Meranti itu berjudul 'anak bujang melayu enceh anak dare cine'. Tarian ini mengisahkan anak-anak melayu sedang merayu anak gadis tionghoa.
Adapun diangkat tarian ini karena di Kepulauan Meranti banyak penduduk tionghoa, melayu dan beberapa suku lainnya.(zal)