TEMBILAHAN –Sambu Group, perusahaan Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) yang telah lama beroperasi di Kabupaten Indragiri Hilir, kembali menegaskan komitmennya terhadap pembangunan berkelanjutan melalui program tanggung jawab sosial perusahaan atau Corporate Social Responsibility (CSR). Melalui anak usahanya, PT Riau Sakti United Plantations, Sambu Group merealisasikan pembangunan tanggul sepanjang 3.800 meter di Parit Peralin Jaya, Desa Penjuru, Kecamatan Kateman, Kabupaten Indragiri Hilir.

Pembangunan tanggul tersebut secara resmi diserahterimakan kepada pemerintah desa dan masyarakat setempat pada Jumat (10/1/2026). Infrastruktur ini dibangun sebagai upaya meningkatkan ketahanan lingkungan dan keselamatan warga di sekitar wilayah operasional perusahaan.

Parit Peralin Jaya memiliki peran strategis sebagai jalur air bagi masyarakat Desa Penjuru. Penguatan tanggul dinilai penting untuk mengurangi risiko banjir, abrasi, serta dampak lingkungan lain yang berpotensi mengganggu aktivitas sosial dan ekonomi warga.

Selain itu, keberadaan tanggul juga berfungsi melindungi kebun kelapa milik masyarakat. Stabilitas tata air yang lebih terjaga membantu mencegah genangan berkepanjangan dan intrusi air yang dapat merusak tanaman kelapa. Kondisi ini diharapkan mendukung produktivitas petani serta menjaga keberlanjutan ekosistem kelapa yang menjadi fondasi ekonomi lokal Indragiri Hilir.

GoRiau Tanggul Desa Penjuru, Kecamata
Tanggul Desa Penjuru, Kecamatan Kateman, Inhil

Kepala Desa Penjuru, Salehudin, menyampaikan apresiasi kepada PT RSUP dan Sambu Group atas kontribusi nyata tersebut. Menurutnya, pembangunan tanggul sangat membantu masyarakat dalam menghadapi tantangan lingkungan yang selama ini dirasakan.

“Pembangunan tanggul ini sangat bermanfaat bagi masyarakat Desa Penjuru. Selain mengurangi risiko banjir, keberadaan tanggul juga memberi rasa aman bagi warga dan mendukung kelangsungan aktivitas pertanian serta ekonomi masyarakat, termasuk kebun kelapa petani,” ujar Salehudin.

Sementara itu, Humas Sambu Group, A Ginting, menjelaskan bahwa pembangunan dan serah terima tanggul merupakan bagian dari komitmen jangka panjang perusahaan dalam menjalankan tanggung jawab sosial dan lingkungan secara berkelanjutan.

“Sebagai perusahaan berbasis industri kelapa, kami memandang keberhasilan usaha harus berjalan seiring dengan kesejahteraan masyarakat dan kelestarian ekosistem. Pembangunan tanggul di Desa Penjuru ini merupakan hasil sinergi dengan pemerintah desa dan masyarakat untuk menjaga lingkungan, mendukung petani kelapa, serta memastikan keberlanjutan ekosistem kelapa di Indragiri Hilir,” jelasnya.

Dengan terealisasinya tanggul sepanjang 3.800 meter di Parit Peralin Jaya, diharapkan ketahanan lingkungan Desa Penjuru semakin kuat, kebun kelapa rakyat terlindungi, risiko bencana dapat ditekan, serta terjalin hubungan yang harmonis dan berkelanjutan antara perusahaan dan masyarakat. ***