PEKANBARU, GORIAU.COM - Ada hal yang selalu menjadi tanda tanya bagi mahasiswa saat mengurus surat riset di Kantor Badan Kesatuan Bangsa, Politik dan Perlindungan Masyarakat (Kesbangpolinmas) Kota Pekanbaru. Dimana, pegawai meminta sejumlah uang kepada mahasiswa dengan jumlah tak ditentukan.

Hal itu disampaikan oleh Annisa, salah seorang mahasiswa di Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim (UIN Suska) Riau yang sedang melakukan penelitian. "Setelah surat selesai, kami dimintai uang," katanya.

Ketika itu, kata Annisa, dirinya bersama temannya mendatangi kantor Kesbangpolinmas yang berada di Jalan Arifin Achmad. Setelah mengambil surat riset, salah seorang pegawai meminta uang dengan bahasa isyarat.

"Dek, (uang) seikhlasnya," kata Annisa menirukan pegawai itu. Seketika, Annisa bingung dengan pernyataan itu. Ia menoleh ke temannya dan bertanya maksud dari pegawai tersebut. Kawannya pun menjelaskan bahwa ia harus memberi uang.

"Saya kasih aja Rp5 ribu, bang," kata Annisa. Pemberian itu, kata Annisa, berdasarkan saran dari temannya. Sebab, sebelumnya ia juga memberi Rp5 ribu.

"Ini sangat aneh, kenapa ada 'seikhlasnya'. Kalau seandainya uang itu jelas untuk apa, mungkin tak masalah. Misalnya, untuk uang beli tinta atau beli kertas. Tapi, ini tidak. Uang 'seikhlasnya'," beber Annisa.(san)