PANGKALAN KERINCI, GORIAU.COM - Masih jarangnya penanaman buah-buahan di lahan demplot atau gambut, membuat Kelompok Tani (Koptan) Holtikultura Sekoyan, Teluk Binjai dan Community Development (CD) PT. Riau Andalan Pulp and Paper (RAPP) berinisiatif menggelar Sekolah Lapang Semangka di Desa Teluk Binjai, Kecamatan Teluk Meranti, Pelalawan.

Kegiatan Sekolah Lapang ini baru saja menyelesaikan musim pertamanya yang dimulai pada Januari 2014 lalu, dengan 8 pertemuan seminggu sekali, dan diakhiri pada 28 Mei 2014 lalu.

Koordinator Program Ecovillage, CD RAPP, Hartjahjo Ariawan mengatakan lahan gambut mempunyai prospek yang bagus untuk dikembangkan menjadi pertanian semangka sehingga dapat menambah penghasilan petani.

''Kita mengundang Pak Maskur Sodiq, petani binaan kita yang telah sukses mengembangkan semangka di desa Lalang Kabung, dan mereka (Koptan Sekoyan.red) langsung ingin mencoba mengembangkan tanaman holtikultura di sana,'' kata Ariawan.

Sekolah Lapang ini, ditambahkan Ariawan, diawali dengan fase pengolahan lahan, pembibitan tanaman semangka, pemeliharaan tanaman semangka pada fase vegetatif, pemelihataan Semangka pada fase Generatif atau belajar cara mengawinkan bunga jantan dengan bunga betina secara manual. Meskipun berjalan lancar, para petani sempat khawatir adanya musim panas panjang yang bisa mengganggu pertumbuhan tanaman pada bulan Februari lalu.

CO Bidara (mitra CD RAPP.red) dalam Program Eco-village, Syahroji Hamid, mengatakan petani mendapat bantuan pupuk dari Forum Komunikasi Binjai Mandiri (FKBM) dengan pengembalian hanya sebesar 50 persen kepada FKBM. Dari analisa usaha yang dihitung, dengan harga modal sekitar Rp. 7.900 per lobang, jika harga dipasaran bagus, maka petani akan mendapat keuntungan dua kali lipat bahkan lebih.

''Paska kegiatan ini rencananya akan menanam di lokasi masing-masing, ada yg 1 hektar dengan target 1000 tanaman per individu. Bahkan ada yang menargetkan menanam sampai 5000 tanaman semangka," kata Syahroji.

Maskur Sodiq dianggap sukses menanam semangka sehingga ia diundang sekali seminggu untuk melatih petani di Koptan Sekoyan Teluk Binjai.

''Sangat antusias, dan mereka mau mengembangkan itu. Karena ini baru pertama kali diadakan, saya berharap, ini bisa membantu ekonomi masyarakat juga nantinya,'' kata Maskur. (rls)