
BENGKALIS, GORIAU.COM - Kemarau panjang yang melanda Bengkalis tahun ini, benar-benar menjadi tragedi suram. Masyarakat tidak hanya dihadapkan pada kebun yang terbakar, rumah-rumah mereka yang selama ini menjadi tempat berteduh, juga ikut terancam terbakar.
Seperti di jalan lintas Bengkalis-Bantan, tepatnya di Desa Senggoro, Rabu (12/3). Api masih membakar lahan kosong sekitar 3 hektar di jalan Bantan dekat APMS yang hanya berjarak beberapa meter saja dari rumah-rumah masyarakat. Kebakaran berada disisi kanan dan kiri jalan lintas, walau upaya pemadaman telah dilakukan tim pemadam kebakaran BPBD-Damkar Bengkalis.
''Di tengah situasi kemarau panjang seperti ini, saya tidak habis pikir masih ada warga yang melakukan pembakaran. Ini harus segera ditindak, karena sudah membahayakan keselamatan orang banyak, tidak hanya merusak kesehatan dan ekosistem, tetapi juga rumah-rumah warga menjadi terancam,'' tegas H Effendi Buntat, pemuka masyarakat Bengkalis yang juga tinggal di Jalan Bantan, Senggoro, Rabu (12/3/2014).
Pria berusia 65 tahun itu meminta kepada aparat penegak hukum seperti kepolisian untuk memanggil para pemilik lahan yang terbakar atau yang sengaja melakukan pembakaran. Menurutnya, situasi yang terjadi sekarang sudah termasuk kejadian luar biasa, karena karhutla tidak hanya terjadi di wilayah hutan atau perkebunan yang jauh dari pemukiman.
''Masak mereka membakar lahan di dekat pemukiman warga, meskipun itu tanah mereka sendiri. Perbuatan seperti ini harus ditindak, karena penyelesaian karhutla tidak bisa dilakukan sebatas pemadaman api semata, tetapi juga tindakan hukum supaya ada efek jera,'' harap Buntat.
Kepala Bidang Pemadam Kebakaran BPBD-Damkar Kabupaten Bengkalis, Suiswantoro, mengaku pihaknya semakin kewalahan melakukan pemadaman. Hal itu dikarenakan karhutla sudah merebak dimana-mana tempat termauk pemukiman masyarakat. Hembusan angin yang kencang membuat api bergerak kesembarang tempat dan dapat membakar apa saja.
''Sekarang ini saja sejumlah titik api baru terus bermunculan di pulau Bengkalis, meliputi Kecamatan Bantan dan Bengkalis. Karhutla yang terbaru terjadi di desa Ketam Putih, Sungai Alam dan Senggoro. Kemudian di Desa Bantan Tengah dan Bantan Tua, Kecamatan Bantan. Akibatnya, kami kewalahan karena kebakaran terjadi dalam waktu yang hampir bersamaan,'' terang Suiswantoro.
Pihaknya tetap mengimbau kepada masyarakat atau perusahaan untuk tidak lagi membakar lahan ditengah musim panas sekarang. Resikonya sangat besar, bisa menimbulkan kerugian material maupun kesehatan dan perekonomian. BPBD-Damkar sendiri sudah berupaya maksimal memadamkan api, tetapi situasinya membuat upaya seperti sia-sia.(jfk)