PANGKALAN KERINCI, GORIAU.COM - Sudah saatnya, dunia pendidikan nasional 'menajamkan taring' untuk mampu bersaing secara internasional. Salah satu keseriusan pemerintah untuk mewujudkan 'mimpi' itu yakni dengan menjalankan program subsidi pendidikan, salah satunya Bantuan Siswa Miskin (BSM). Tidak tanggung-tanggung, dalam program ini, disiapkan anggaran Rp7,8 triliun.

"Dari sisi keterjangkauan, saat ini pemerintah telah menyiapkan Bantuan Operasional Sekolah (BOS) untuk pendidikan dasar dan menengahm Kemudian ada pula Bantuan Operasional Perguruan Tinggi Negeri (BOPTN), Bantuan Siswa Miskin (BSM) dan Bidik Misi dan Beasiswa. Program-program ini telah berjalan dengan baik," kata Wakil Bupati Pelalawan Drs H Marwan Ibrahim dalam pidatonya di Upacara Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) 2013, Kamis (2/5/2013).

Seiring dengan itu, kata dia, dalam dua tahun terakhir ini, telah dibuka beberapa perguruan tinggi negeri termasuk Akademi Komunitas di daerah perbatasan dan di beberapa daerah yang dinilai strategis.

Di samping sebagai upaya penyebaran pusat unggulan perguruan tinggitersebut, kata dia, juga berperan sebagai sabuk pengaman sosial dan politik bagi keutuhan NKRI.

Pada kesempatan itu, Wabup Pelalawan yang membacakan sambutan resmi Menteri Pendidikan dan Kebudayaan juga mengajak kepada semua pencinta dunia pendidikan untuk bersama-sama membuka posko anti drop out (DO) atau anti putus sekolah pada awal tahun pelajaran nanti.

Pasalnya, pihaknya menginginkan agar anak-anak di seluruh pelosok negara ini dapat melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi, terutama dari jenjang pendidikan dasar ke menengah.

"Karena itu, sebagai bagian dari upaya peningkatan kualitas pendidikan, insya Allah mulai tahun pelajaran 2013/2014 akan diterapkanKurikulum 2013 untuk jenjang pendidikan dasar dan menengah secara bertahap dan terbatas. Bertahap, berarti kurikulum tidak diterapkan di semua kelas di setiap jenjang tetapi hanya di kelas 1 (satu) dan kelas 4 (empat) untuk jenjang SD, dan kelas 7 (tujuh) untuk SMP,serta kelas 10 (sepuluh) untuk SMA dan SMK," ujarnya.

Ditambahkannya, sedangkan terbatas diartikan bahwa jumlah sekolah yang melaksanakannya disesuaikan dengan tingkat kesiapan sekolah.Dan kurikulum 2013 ini dirancang untuk menghasilkan lulusan yang memiliki kompetensi pengetahuan, keterampilan, dan sikap secarautuh.

"Hal ini penting dalam rangka antisipasi kebutuhan kompetensi abad 21 dan menyiapkan generasi emas 2045," katanya.

Dalam acara Hardiknas tingkat kabupaten tersebut, sejumlah penghargaan diberikan pada sekolah-sekolah yang berprestasi dalam bidang olah raga, Kepala Sekolah berprestasi dan Ketua Komite Sekolah yang dinilai telah memberikan kontribusi pada dunia pendidikan diKabupaten Pelalawan. Dan di penghujung upacara Hardiknas, Wabup Pelalawan didampingi Kadisdik Pelalawan MD Rizal beserta unsur Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkompinda) Pelalawan.(ilm)