
PEKANBARU - Riau Food Festival 2015 Resmi ditutup, tampil sebagai juara satu lomba masak antar Kabupaten/Kota, Rokan Hilir berhasil meraih poin tertinggi dan menjuarai lomba masak yang ditaja Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Disaparekraf) Riau, pada hari Rabu (23/12/2015) di Halaman Gedung Idrus Tintin Pekanbaru.
Sementara itu Kabupaten Pelalawan meraih posisi kedua, disusul Merantai diposisi ketiga, sedangkan Kota Dumai berhasil meraih predikat favorit satu . Masing-masing Kabupaten/Kota mendapatkan hadiah uang pembinaan sesuai dengan kategori juara yakni, Juara satu mendapatkan uang tunai sebesar Rp10 juta dan Sertifikat, juara kedua Rp8 juta, juara ketiga Rp6 juta dan Dumai mendapat uang pembinaan sebesar Rp7,5 Juta plus Sertifikat.
Sementara pada perlombaan masak kategori umum, terpilih sebagai pemenang, juara pertama diraih kelompok yang diketuai Erawati dengan nomor undian 11, berhak mendapat uang pembinaan sebesar Rp10 juta.
Posisi kedua diraig Indrawati dan timnya yang mendapatkan uang pembinaan Rp8 juta dan juara ketiga diraih kelompok dengan nomor undi delapan, yang diketuai oleh Mahlizar dan berhak membawa pulang uang tunai sebesar Rp6 juta.
Para pemenang tersebut berhasil menyingkirkan para pesaingnya dalam lomba masak Riau Food Festival 2015 yang diikuti 50 Peserta dari beberapa Kabupaten/Kota di Riau, dengan menghadirkan para chef terkenal sebagai dewan juri, seperti Chef Haryo dari Jakarta.
Masing- masing pemenang nantinya akan diikutsertakan dalam perlombaan masak ke tingkat nasional, yang akan ditaja oleh Kementerian Pariwisata.
Riau Food Festival 2015 sendiri diadakan selama tiga hari dari mulai tanggal 21-23 Desember 2015, yang dibuka secara resmi oleh Kepala Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Disparekraf) Riau, Fahmizal Usman diwakili Kepala Bidang Ekonomi Kreatif Riau, Tengku Zul Effendy, Senin (21/12/2015) lalu di Hotel Ratu Mayang Pekanbaru.
Kepala Bidang Ekonomi Kreatif Dipasrekraf Riau, Tengku Zul Effendy menjelaskan, Riau Festival 2015 yang diadakan melibatkan Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Ikatan Tata Boga (Ikaboga) dari seluruh Kabupaten/Kota di Riau. Diharapkan agar antara peserta lomba yang satu dengan yang lainnya dapat saling mengenal dan memahami tentang aneka ragam kuliner yang ada di Riau.
"Tujuan acara ini adalah untuk memberikan motivasi dan menggali kekayaan kuliner di Provinsi Riau, selain pameran kuliner, kami juga mengadakan lomba masak yang kita buka untuk umum, dan nantinya bagi pemenang juga bisa kita ikutkan ke taraf iven nasional, jika dikehendaki oleh Kementerian Pariwisata," jelasnya.
Sementara itu Kadisparekraf Riau Fahmizal Usman kepada GoRiau.com mengatakan, bahwa Riau Food Festival merupakan salah satu iven yang diselenggarakan menjelang akhir tahun, bersamaan dengan beberapa iven lainya seperti pemilihan Bujang dan Dara Riau 2025, Riau Islamic art Festival 2015, Hitam Putih dan Festival Lanvang Kuning 2015.
"Semua iven tersebut adalah merupakan bagian dari promosi wisata yang berbasis budaya dan seni. Dimana iven tersebut adalah bagian dari ekonomi kreatif yang sedang kita giatkan kembali, dengan harapan bisa menarik jumlah wisatawan baik lokal maupun luar daerah," tutur Fahmizal, Kamis (24/12/2015).
Acara Riau Food Festival 2015 itu sendiri menurut Fahmizal, adalah agenda tahunan yang diadakan oleh Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Disparekraf) Riau yang nantinya diharapkan bisa memunculkan kreatifitas yang baru, serta menggali potensi kuliner yang ada diseluruh Kabupaten/Kota di Riau.(***)