
PEKANBARU, GORIAU.COM - Kepala Polisi Daerah (Kapolda) Riau, Brigjen Pol Condro Kirono menyatakan ada ribuan anggotanya yang telah disiapkan untuk mengamankan seluruh Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di wilayahnya. "Kalau ada penimbunan, akan langsung disikat," katanya.
"Tidak hanya SPBU, seluruh objek vital akan dijaga dengan ketat guna mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan," kata Kapolda saat usai bersilahturahmi bersama wartawan di gedung Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Riau, Rabu (19/6/2013).
Gelar operasi khusus ini, disebut sebagai operasi bersandi "Dian" yang akan mengatasi segala potensi konflik akibat kenaikan harga BBM bersubsidi dalam waktu dekat.
Untuk diketahui, sidang paripurna Dewan Perwakilan Rakyat beberapa waktu lalu telah menyetujui Rancangan Undang-Undang Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Perubahan 2013 yang juga berarti rencana kenaikan BBM bersubsidi menjadi Rp6.500 per liter untuk premium, dan Rp5.500 untuk solar bakal segera direalisasi dalam waktu dekat.
"Untuk itu, sesuai dengan perintah Kapolri, seluruh objek vital mulai dari fasilitas umum milik negara dan SPBU harus dijaga ketat," kata Kapolda.
Upaya ini dilakukan menurut dia, adalah untuk mengantisipasi berbagai kemungkinan buruk, seperti aksi unjuk rasa anarki dan lainnya. "Termasuk juga mengantisipasi adanya penyalahgunaan serta penimbunan BBM bersubsidi. Kalau ketahuan disikat," demikian Kapolda.(fzr)