
PEKANBARU – Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Riau, Ade Hartati, mengungkapkan keprihatinannya tentang persoalan pendidikan di Riau yang masih jauh dari harapan. Ade Hartati menyoroti empat poin utama yang mencerminkan kondisi pendidikan di Riau saat ini.
"Angka putus sekolah masih cukup tinggi, angka lama sekolah masih di kisaran 9 tahun, pemetaan pendidikan yang tidak ada, dan kebijakan yang simpang siur," ujar Ade Hartati, Senin (3/4/2023).
Ia menambahkan bahwa beberapa contoh masalah di lapangan mencakup tidak lolosnya beberapa sekolah negeri dalam hal akreditasi, proses P3K yang menyisakan persoalan, serta PPDB yang selalu kisruh setiap tahunnya.
Ade Hartati mengingatkan bahwa salah satu amanat pembukaan UUD adalah "mencerdaskan kehidupan bangsa". Artinya, untuk mencerdaskan kehidupan bangsa, dibutuhkan proses pendidikan yang harus dikelola secara maksimal.
Ade Hartati menegaskan, "Pendidikan merupakan urusan wajib pemerintah. Kata 'wajib' harus diartikan secara serius. Pemerintah wajib fokus terkait persoalan pendidikan."
Menghadapi persoalan pendidikan yang kian mendesak, Ade Hartati menyerukan agar Dinas Pendidikan Riau lebih fokus dalam menangani berbagai persoalan yang ada. "Kalau Dinas Pendidikannya tidak fokus, gimana pendidikan mau bagus?" ungkap Ade Hartati dengan tegas. ***