PEKANBARU - Kerusakan infrastruktur jalan yang kerap mengancam keselamatan pengguna kendaraan bermotor mendapat perhatian serius dari otoritas terkait. Keluhan masyarakat mengenai kondisi Jalan Sepakat yang berada di Kelurahan Tangkerang Timur, Kecamatan Tenayan Raya, langsung direspons dengan tindakan perbaikan fisik oleh Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Pekanbaru.

Kerusakan di ruas jalan tersebut sebelumnya dikeluhkan warga karena terdapat sejumlah lubang menganga yang cukup dalam. Beberapa titik badan jalan bahkan mengalami kerusakan parah dengan diameter lubang mencapai satu meter. Kondisi ini memaksa para pengendara, khususnya pengguna sepeda motor, harus bermanuver menghindari lubang sehingga memicu risiko kecelakaan lalu lintas, terlebih saat minim penerangan di malam hari.

Menyikapi aduan masyarakat yang merasa terganggu kenyamanannya, Wali Kota Pekanbaru, Agung Nugroho, langsung menginstruksikan jajaran Dinas PUPR untuk segera menurunkan tim teknis ke lokasi.

"Kami mendapatkan laporan dari warga pagi kemarin, dan siang langsung dikerjakan PUPR untuk dilakukan perbaikan," kata Agung, Senin (25/5/2026).

Penanganan infrastruktur jalan rusak tersebut dilakukan menggunakan metode sistem tambal sulam atau patching. Berdasarkan identifikasi di lapangan, petugas teknis mengeksekusi perbaikan setidaknya pada tujuh titik jalan berlubang yang dinilai paling rawan. Proses pengerjaan dikebut agar mobilitas warga di kawasan Tenayan Raya dapat kembali berjalan normal tanpa hambatan.

"Alhamdulillah sudah selesai dilakukan perbaikan saat ini," jelasnya.

Tindakan responsif dari pemerintah kota ini meredakan kekhawatiran warga yang selama ini harus melintasi kawasan tersebut dengan ekstra hati-hati. Kecepatan penanganan birokrasi dalam mengeksekusi perbaikan fisik infrastruktur diapresiasi oleh penduduk sekitar yang merasakan langsung dampaknya.

"Kami sangat berterimakasih sekali kepada Agung Nugroho. Pagi dilaporkan, siang sudah langsung dikerjakan. Sekarang jalannya sudah bagus lagi," urai warga setempat, Diana.

Kerusakan pada lintasan tersebut diakui sudah terjadi sejak beberapa waktu lalu dan menjadi momok bagi warga yang bermukim di sekitarnya. Risiko kecelakaan dirasa semakin tinggi ketika volume kendaraan meningkat, sehingga perbaikan ini dinilai sangat tepat waktu.

"Kami senang diperhatikan begini sama pemerintah. Kasihannya warga yang pakai motor lewat situ, susah mereka lewat jalan rusak itu kemarin," ungkapnya.***