PEKANBARU - Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto mengatakan realisasi program pemulihan ekonomi nasional (PEN) hingga 10 November 2021 mencapai 69,8 persen.

"Anggaran PEN terserap Rp519,69 triliun atau 69,8 persen dari pagu Rp744,77 triliun. Ini data per 10 Desember 2022," kata Airlangga, Kamis (16/12/2021).

Ia menjelaskan, anggaran ini direalisasikan pada Klaster Kesehatan sebesar Rp143,29 triliun (66,7%), lalu pada Klaster Perlinsos sebesar Rp152,18 triliun (81,5%), Klaster Program Prioritas sebesar Rp83,64 triliun (70,9%), dan Klaster Dukungan UMKM dan Korporasi sebesar Rp77,73 triliun (47,9%), serta Klaster Insentif Usaha sebesar Rp62,86 triliun (100%).

Sedangkan, realisasi Klaster Kesehatan terutama untuk kebutuhan Diagnostik (Testing dan Tracing), Therapeutic (Insentif dan Santunan Nakes), dan Vaksinasi (Pengadaan dan Pelaksanaan).

Sementara itu, realisasi dari klaster Perlinsos digunakan untuk Program Keluarga Harapan (PKH), Kartu Sembako, BLT Desa, dan Bantuan Subsidi Upah (BSU).

Di samping itu, ia memperkirakan anggaran PEN hingga akhir tahun nanti hanya mampu menyerap 90,4 persen dari pagu.

"Stimulus PEN tahun ini diperkirakan 90,4 persen realisasinya. Prognosanya yaitu Rp673,2 triliun," ungkapnya. ***