
KAMPAR, GORIAU.COM - Selain menuntut pihak kepolisian profesional dalam mengawal kasus penganiayaan yang dilakukan oleh Wakil Ketua DPRD Kampar, Eva Yuliana yang merupakan istri Bupati Kampar, Jefry Noer, massa yang tergabung dalam Gerakan Rakyat Kampar (Gerak) juga meminta agar seluruh kasus dugaan korupsi bupati juga diusut tuntas.
Aksi demo yang digelar gerak, Rabu (11/6/2014) pagi, ke Kantor Bupati Kampar, dihadiri ratusan masyarakat yang sudah tidak bisa menerima lagi kediktatoran bupati dan istrinya.
Penganiayaan yang dilakukan istri beserta ajudannya, Veri Ilham kepada salah satu warganya, Nur Asmi sangat tidak bisa ditolerir lagi. Ditambah kasus penganiayaan tersebut bermula ketika dugaan perebutan tanah antara keduanya.
Aksi demo dimulai sekira pukul 10.00 WIB dengan melakukan konvoi dari Pasar Danau Bingkuang, Kecamatan Tambang, kemudian bergerak menuju Bangkinang. Sampai di Bangkinang langsung menggelar orasi di Bundaran depan Balai Bupati Kampar di Jalan Prof M Yamin SH, Bangkinang.
Pada pukul 13.00 WIB, ratusan massa yang menggunakan 8 unit bus dan beberapa unit mobil minibus serta sepeda motor bergerak ke beberapa kantor dinas dan melanjutkan aksi di depan gerbang Komplek Perkantoran Pemkab Kampar. Massa kembali tertahan di depan gerbang karena polisi telah memasang pagar kawat berduri.
Ratusan personil polisi termasuk puluhan anggota Brimob Polda Riau dan personil Satpol PP Kampar telah siaga menyambut pendemo. Tak lama berselang, diantara massa tampak membakar ban. Situasi tampak semakin panas namun dapat diredam pihak kepolisian.
Di lokasi juga terlihat satu unit mobil water canon. Di hadapan aparat keamanan beberapa orator kembali menyampaikan orasi.
Salah seorang orator Rahmat menegaskan pihak aparat hukum segera memproses secara hukum dugaan penganiayaan yang dilakukan Eva Yuliana cs. "Dan kami menuntut DPRD terhormat membentuk Pansus memberhentikan Jefry Noer," tegas Rahmat.del