JAKARTA, GORIAU.COM - PT Riau Andalan Pulp and Paper (RAPP) yang merupakan salah satu perusahaan dibawah naungan Asia Pacific Resources International Limited (APRIL), hari ini mengumumkan untuk mengerahkan sumber daya tambahan untuk mengatasi krisis kebakaran hutan di Riau.

Upaya-upaya yang akan dilakukan oleh perusahaan bubur pulp dan kertas terbesar ke-dua di Asia tersebut antara lain meningkatkan jumlah tenaga pemadam kebakaran dari 400 menjadi 600 orang, termasuk relawan masyarakat untuk mengatasi kebakaran diluar konsesi RAPP yang dilakukan bekerjasama dengan Satuan Tugas (Satgas) Penanggulangan Karhutla Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dan Pemerintah Daerah.

Menyediakan tiga helikopter dan 30 pompa air sebagai bantuan kepada Satgas untuk membantu mengatasi usaha pemadaman api, dan memompa air sungai ke dalam kanal untuk menjaga kelembaban lahan gambut agar terhindar dari resiko kebakaran.

''Langkah yang cepat dan tegas sangat diperlukan untuk mengatasi krisis ini,'' ujar Kusnan Rahmin, Presiden Direktur RAPP melalui rilisnya kepada GoRiau.com, Selasa (4/2/2014).

''Kami menyadari bahwa upaya pemadaman ini tidak dapat dilakukan sendiri, namun langkah-langkah yang kami lakukan menunjukkan kontribusi kami untuk masalah ini segera dapat diatasi,'' ujarnya.

RAPP mengumumkan langkah ini satu minggu setelah penetapan keadaan darurat oleh Pemerintah Propinsi Riau. Ditemukan banyak titik api, yang sebagian besar berasal dari usaha pembukaan lahan untuk keperluan perkebunan. Ini merupakan sebuah fenomena tahunan yang bertepatan dengan awal musim kemarau di Sumatera. Tepat hari ini merupakan hari ke-50 kawasan tersebut tidak diguyur hujan.

Kebakaran tersebut menyebabkan sebagian wilayah Sumatera diselimuti kabut asap, menganggu penerbangan dan mengakibatkan timbulnya penyakit infeksi saluran pernapasan (ispa).

RAPP mengoperasikan pabrik pulp dan kertas di Propinsi Riau, serta mengelola perkebunan akasia sebagai bahan bakunya telah menerapkan kebijakan lahan tanpa bakar (no burn policy) yang sangat ketat juga turut menjadi korban kebakaran lahan yang terjadi sekitar wilayah operasi.

Dalam satu bulan terakhir ini, RAPP telah mengerahkan 400 tenaga pemadam kebakaran, dan terus menambah jumlah personil untuk membantu pemerintah mengatasi kebakaran yang terjadi tersebut.

RAPP juga memberikan pelatihan kepada relawan dari elemen masyarakat yang ingin turut membantu.

Tiga helikopter juga disiapkan untuk digunakan untuk memantau wilayah yang mengalami kebakaran dan melakukan pemadaman dengan upaya bom air (water bombing)

RAPP juga melakukan pemompaan air dari aliran sungai Pelalawan untuk menjaga tinggi muka air atau kelembaban di lahan gambut yang terancam kekeringan.

Tim pemadam kebakaran RAPP dan peralatan-peralatan pendukungnya akan berpartisipasi dalam apel satgas karhutla bersama Kemenhut RI pada Rabu, 5 Maret 2014. Apel ini untuk mendukung upaya pemadaman kebakaran hutan tersebut. (rls)