SELATPANJANG, GORIAU.COM - PT Riau Andalan Pulp and Paper membangun tanaman kehidupan di Pulau Padang, Kepulauan Meranti, Riau. Hal ini bisa berdampak positif dan membuat terbukanya peluang usaha dan kesempatan kerja bagi masyarakat yang berada di desa-desa Pulau Padang tersebut.

Demikian diungkapkan Zaheran, salah seorang warga Desa Putri Puyu, Pulau Padang, ketika berbincang dengan sejumlah Rabu (4/6/2014), di Selatpanjang. Menurutnya, dengan adanya Tanaman Kehidupan ini membawa perubahan bagi masyarakat, terutama yang dulunya tidak mempunyai pekerjaan."Kami merasa dipedulikan oleh perusahaan (RAPP, red) dengan tanaman kehidupan ini. Apalagi banyak warga kami yang bisa bekerja di sana. Ya, kami banggalah bisa memperoleh penghasilan tetap, tidak seperti dulu, ada ya adalah kerja, tapi kan tak tentu," ungkap Zaheran yang juga sebagai Ketua Koperasi Putri Puyu Sejahtera ini. Ditambahkannya lagi, sejak hadirnya perusahaan ini, masyarakat yang sudah bekerja di koperasi atau di Pembibitan mampu memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari. Karena koperasinya masih tergolong baru, Zaheran belum berani menambah jumlah karyawan, akibat tingginya peminat dari masyarakat setempat."Dulu ada yang diajak tak mau ikut, tapi karena sambung bual (tanggapan, red) dari kawan yang bekerja, banyak yang berebut ikut saya bekerja," kata Zaheran lagi.Hingga saat ini, Koperasi Putri Puyu Sejahtera telah beranggotakan sebanyak 30 orang. Tanaman Kehidupan ini akan dikelola secara komunal dan hasilnya akan dibagi ke masyarakat. Sementara untuk persiapannya, akan dikerjakan sepenuhnya oleh RAPP. Kemudian, setelah menghasilkan, kebun tersebut akan diserahkan kepada masyarakat untuk dilanjutkan. Mewakili Direksi RAPP, Wan Mohd Jakh Anza mengatakan  perusahaan mengalokasikan 5 persen dari total izin yang diberikan untuk dijadikan tanaman kehidupan bagi masyarakat Desa di Pulau Padang. Tanaman kehidupan yang akan dibangun disesuaikan dengan kondisi tanah dan keinginan masyarakat."Kita sudah lakukan sosialisasi dan masyarakat dilibatkan dalam menentukan komoditi apa yang mau dibangun," kata Wan Jakh.Wan Jakh mengatakan hadirnya RAPP di Pulau Padang, Kepulauan Meranti, membawa multiplier efek bagi perekonomian masyarakat. Selain memberi kesempatan kerja langsung, keberadaan operasional perusahaan juga memberi dampak tidak langsung bagi masyarakat setempat.Saat ini, pengerjaan pembangunan tanaman kehidupan bagi masyarakat di sejumlah Desa di Pulau Padang, terus digesa. Adapun desa-desa tersebut antara lain, Desa Putri Puyu, Desa Mekar Delima, Desa Kudap, Desa Dedap, Desa Lukit dan Tanjung Padang. Sebanyak lebih dari 700 ribu bibit tanaman karet sudah disemai dan sudah berusia sebulan. Diharapkan paling cepat dalam waktu 5 – 6 bulan ke depan, bibit-bibit karet tersebut sudah bisa ditanam di lapangan.(zal)