
PANGKALANKERINCI, GORIAU.COM - Puskesmas Pangkalankerinci dan Puskesmas Pelalawan memperoleh satu unit mobil ambulans dari Pemkab Pelalawan. Harga masing-masing ambulans itu Rp300 juta, dianggarkan dalam APBD-P Pelalawan 2013.
"Alhamdulillah, di awal tahun ini, dua Puskesmas, yakni Puskesmas Pangkalankerinci dan Puskesmas Pelalawan memperoleh satu buah mobil ambulans yang telah dianggarkan dalam APBD-P 2013 lalu," terang Kepala Dinas Kesehatan Pelalawan dr Endit RP, didampingi Sekretaris Diskes Asril, SKM dan Kabid P2PL dr Raflles, Senin (6/1/14).Endit mengatakan, selama ini Puskesmas Pangkalankerinci dinilai memiliki mobilitas yang tinggi sehingga diperlukan satu buah lagi mobil ambulans. Demikian juga dengan Puskesmas Pelalawan. Pemberian mobil ambulans ini juga sebagai bentuk komitmen Pemkab Pelalawan melalui Dinas Kesehatan dalam mendukung Program Pelalawan Sehat."Artinya, Program Pelalawan Sehat itu bukan hanya sekedar senam yang digelar rutin dan gotong royong saja, tapi juga peningkatan sarana dan prasarana dalam bidang kesehatan guna melayani masyarakat adalah bagian dari Pelalawan Sehat itu sendiri," ujarnya, seraya mengatakan, hal itu merupakan sebagai bentuk peningkatan pelayanan pada masyarakat.Ditanya program Diskes di tahun 2014 ini, mantan Sekretaris Diskes Pelalawan ini menyatakan, ada sejumlah program pembangunan infrastruktur Puskesmas yang ada di daerah ini. Di antaranya pembangunan Puskesmas Kerinci Barat yang sharing budget dengan Provinsi Riau. Kemudian peningkatan status Puskesmas di Langgam menjadi Puskesmas rawat inap."Di Sorek, di tahun 2014 ini kita akan membuat Puskesmas di Terantang Manuk dengan alokasi anggaran kurang-lebih Rp2 miliar. Lalu di Pangkalanlesung, juga kita akan membangun Puskesmas rawat inap dengan alokasi anggaran Rp2,5 miliar. Sementara di Kerumutan, Puskesmas yang tadinya rawat jalan akan ditingkatkan menjadi rawat inap," ungkapnya.Di samping itu, sambungnya, dua Puskesmas di Pangkalankerinci dan Ukui akan dibuat menjadi Badan Layanan Umum Daerah atau BLUD. Jika sudah ditetapkan status sebagai BLUD, maka Puskesmas Pangkalnkerinci dan Puskesmas Ukui akan berbeda dengan Puskesmas-Puskesmas lainnya."Karena sudah ditetapkan sebagai Puskesmas BLUD, maka Puskesmas Pangkalankerinci dan Puskesmas Ukui bisa mengelola keuangannya sendiri. Artinya, uang yang didapat dari Puskesmas tersebut bisa dipergunakan untuk kepentingan Puskesmas itu sendiri. Jadi mereka bisa membuat Rencana Bisnis Anggaran sendiri," ujarnya.Jelasnya, berbeda dengan Puskesmas pada umumnya yang belum menjadi BLUD. Untuk Puskesmas lainnya, uang yang diperoleh itu harus disetorkan ke Diskes Pelalawan sebagai bentuk pemasukan untuk PAD. Tapi bagi Puskesmas yang memperoleh status BLUD, mereka tak perlu menyetor ke Diskes, uang yang diperoleh bisa dipergunakan untuk keperluan Puskesmas itu sendiri."Jadi hampir sama dengan SKPD yang lain, dimana Puskesmas yang mendapatkan status BLUD harus mendapatkan pemasukan untuk PAD sebagai bentuk pemasukan ke kas daerah," tutupnya.(rkn)