
PEKANBARU – Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Riau (Dispersip) menjadi salah satu lokus praktik baik dalam program pelatihan nasional bagi jabatan fungsional arsiparis dan pengelola arsip yang digelar Pusat Pelatihan Sumber Daya Manusia Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen). Kegiatan tersebut merupakan bagian dari pelatihan teknis kearsipan tingkat dasar yang bertujuan meningkatkan kompetensi aparatur sipil negara di seluruh Indonesia.
Penelaah teknis kebijakan Pusat Pelatihan SDM Kemendikdasmen, Debora Astrabellia, mengatakan pihaknya tengah melakukan pengambilan video di UPT Kearsipan Riau sebagai bahan untuk visitasi virtual praktik baik. Video tersebut nantinya akan menjadi bagian dari bahan pembelajaran daring bagi para peserta pelatihan di seluruh Indonesia.
“Dalam kurikulum pelatihan pengelolaan arsip, ada kegiatan pengayaan materi berupa visitasi praktik baik. Biasanya dilakukan secara luring, tapi kini kami kemas dalam bentuk virtual agar bisa diakses peserta dari berbagai daerah,” kata Debora kepada Goriau di Pekanbaru, Rabu (5/11/2025).
Ia menjelaskan, pemilihan Riau sebagai salah satu lokasi pengambilan video didasarkan pada capaian dan kreativitas pengelolaan arsip daerah ini, yang dinilai bisa menjadi inspirasi bagi daerah lain. Sebelumnya, kegiatan serupa telah dilakukan di Yogyakarta, khususnya di UGM, namun kini Kemendikdasmen mulai memperluas lokusnya ke luar Pulau Jawa.
“Kalau di UGM memang fasilitasnya lengkap dan modern. Tapi kami juga ingin menampilkan contoh yang lebih relatable bagi peserta, yaitu unit kerja yang dengan segala keterbatasannya tetap mampu berinovasi dan berprestasi,” ujarnya.
Debora menyebut, meski sarana di Riau belum semegah di Pulau Jawa, kreativitas dan kepatuhan pada prosedur menjadi nilai tambah. “Dispersip Riau ini punya semangat yang kuat dan hasil kerja yang diakui, bahkan mendapat predikat AA dari ANRI. Itu menunjukkan kualitasnya sudah sangat baik,” katanya.
Plt. Kepala Bidang Akuisisi Arsip Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Riau, Khairiansyah, menyambut baik penunjukan Riau sebagai contoh praktik baik nasional. Ia menyebut langkah Kemendikdasmen itu sebagai bentuk penghargaan terhadap kerja keras jajaran pengelola arsip daerah.
“Kami merasa tersanjung dan tentu ini menjadi dorongan moral bagi kami untuk terus memperbaiki layanan kearsipan. Selama ini mungkin bidang arsip belum banyak terekspos, padahal kontribusinya penting dalam tata kelola pemerintahan yang transparan,” ujar Khairiansyah.
Ia menambahkan, proses dokumentasi video tersebut juga menjadi kesempatan bagi pihaknya untuk berbagi praktik pengelolaan arsip digital dan penataan dokumen statis yang tengah dikembangkan. “Kami harap pengalaman Riau bisa menjadi pembelajaran bagi provinsi lain, khususnya dalam menata arsip agar mudah diakses dan aman,” katanya.
Sementara itu, Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Riau, Indra, menilai kegiatan ini tidak hanya memperkuat jejaring antararsiparis, tetapi juga meningkatkan citra kearsipan sebagai profesi strategis di sektor publik.
“Selama ini arsip sering dianggap hal yang sepele. Padahal, tanpa pengelolaan arsip yang baik, tata kelola pemerintahan bisa kacau. Kami menyambut baik inisiatif Kemendikdasmen yang memberi ruang bagi praktik kearsipan di daerah untuk tampil di tingkat nasional,” tutur Indra.
Indra berharap, dengan kegiatan ini perhatian terhadap dunia kearsipan semakin besar. “Kami ingin Riau menjadi contoh bahwa dengan kreativitas, kedisiplinan, dan komitmen, keterbatasan fasilitas bukan alasan untuk tidak berprestasi,” katanya.
Menurut Debora, produksi video visitasi virtual praktik baik kearsipan ditargetkan rampung bulan ini dan akan mulai digunakan dalam pelatihan daring nasional. “Kami ingin peserta seolah ikut berkunjung, melihat langsung bagaimana praktik kearsipan dijalankan di daerah,” ujarnya. ***