PEKANBARU, GORIAU.COM - Kepolisian Sektor (Polsek) Payung Sekaki, menggelar razia penyakit masyarakat (Pekat), Senin (15/6/2015) tengah malam, di lokasi panti pijat plus-plus jalan Arjuna, kecamatan Labuhbaru Timur, Payung Sekaki Pekanbaru. Sembilan wanita serta lima pria ikut terjaring. Bahkan polisi juga menemukan seperangkat alat hisap sabu yang telah digunakan.

Panti pijat yang berada di jalan Arjuna ini, turut jadi sasaran operasi Cipta Kondisi (Cipkon) dan operasi Pekat Polsek Payung Sekaki. Razia dimulai sekitar pukul 23.00 WIB. Pantauan GoRiau.com, puluhan wanita penyedia pijat dan sejumlah pengunjung, kaget melihat kedatangan petugas. Sebagian ada yang berlarian masuk kedalam rumah dan ada pula yang ingin kabur meninggalkan tempat tersebut.

"Ini merupakan kegiatan Cipta Kondisi (Cipkon), termasuk sasaran kita malam ini adalah kos-kosan yang digunakan merangkap sebagai usaha pijat. Dugaannya selain pijat, mereka juga menyediakan layanan lainnya (seks,red)," kata Kapolsek Payung Sekaki, AKP Nardi M Marbun, Selasa (16/6/2015) dinihari, usai menggelar razia.

Dalam kegiatan ini, sambungnya, polisi berhasil menjaring sembilan orang wanita diantaranya penyedia layanan pijat dan lima pria selaku pengunjung. Sisanya berhasil melarikan diri saat petugas menyisir satu persatu kamar kos mereka. "Mereka lalu kita data identitasnya, dan kita berikan penyuluhan, supaya tidak membuka usaha tersebut, apalagi saat bulan ramadhan," sambung Kapolsek.

Malahan, ketika petugas masuk, ada seorang wanita di kos ini yang sengaja membuang dua bungkus plastik hitam ke belakang rumah. Lantaran curiga, petugas langsung melakukan penyelidikan, dan memeriksa isi bungkusan. "Kita temukan seperangkat alat hisap tak bertuan. Dugaannya ini sudah digunakan sebelum kita tiba," lanjutnya.

Selain mendata mereka, petugas juga menyita satu unit kendaraan bermotor milik seorang pengunjung yang kabur. Motor tersebut, diduga adalah hasil kejahatan atau pernah digunakan untuk melakukan tindak kriminalitas. "Ya sebagian bubar (kabur). Ini kan kos-kosannya panjang, jadi bisa jeda bagi mereka meloloskan diri," tukas Kapolsek kepada GoRiau.com.

Disini terdapat sekitar 14 pintu kos-kosan. Setiap pintunya terdapat dua sampai tiga kamar yang dihuni wanita tersebut. Sebagian masih beroperasi sampai tengah malam, sisanya sudah tutup. "Iya ini sampai pagi. Rencananya seh mau mudik pas satu hari sebelum puasa, makanya nyari uang dulu," beber salahsatu wanita disana. (had)