PEKANBARU - Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika mendeteksi kemunculan puluhan titik panas atau hotspot yang tersebar luas di daratan Pulau Sumatera Selasa (16/6/2026). Provinsi Sumatera Selatan tercatat menyumbang angka tertinggi dibandingkan wilayah lainnya.

Forecaster On Duty BMKG Pekanbaru, Putri Santy S memaparkan pantauan satelit menemukan total 42 titik panas dari ujung utara hingga selatan Sumatera. Kemunculan indikator panas bumi ini menjadi alarm bagi seluruh pemangku kepentingan untuk memperketat pengawasan terhadap potensi kebakaran hutan dan lahan.

"Sebaran hotspot tersebut masing-masing berada di Sumatera Selatan 21 titik, Sumatera Utara tujuh titik, Jambi tujuh titik, Sumatera Barat tiga titik, Bangka Belitung dua titik, Aceh satu titik dan Riau satu titik," urai Putri.

Khusus daratan Provinsi Riau, kemunculan satu titik panas itu terdeteksi berada di wilayah Kabupaten Indragiri Hulu. Kehadiran hotspot ini muncul bersamaan dengan kondisi cuaca pagi hingga siang yang masih didominasi udara kabur dan cerah berawan.

Suhu udara di daratan Riau sendiri terpantau cukup terik menyentuh angka 23 hingga 33 derajat Celsius. Tingkat kelembapan udara yang berkisar antara 55 sampai 100 persen membuat cuaca terasa gerah sebelum akhirnya diprakirakan turun hujan pada malam hari. ***